Minggu, 06 September 2020

A Letter


Untuk aku di masa lalu.

Hai, apa kabar? 

Sekarang aku sudah beberapa tahun lebih tua darimu. Sedikit lebih banyak pula yang telah aku lalui. 

Sedikit berpesan, jangan terlalu banyak memendam. Sebab sekarang aku menyesali karena tidak bisa mengutarakannya saat itu.

Kamu tahu? saat dewasa semua kesalahan atau rasa malu terhadap teman akan terasa seperti angin lalu. Karena semakin dewasa seseorang, dia akan menganggap masa lalu hanya sebuah kenangan. 

Bisa saja yang kamu yakini buruk, ternyata membawa baik. Seperti saat itu, saat kamu memilih untuk mengutarakan perasaanmu padanya. Meski pada nyatanya, dia tidak menerimamu.

Namun sayangnya, kamu tidak mengutarakan hatimu luka. Sehingga sampai sekarang dia menganggapmu sahabat terbaiknya. 

Membuatmu menyaksikan jalan hidupnya yang entah kapan akan menemukan pendamping. Membiarkanmu melihat semua perjalanan dan ceritanya dengan orang lain. Lalu kemudian memaksamu mengangguk saat dirinya bertanya 'apa kamu tidak apa-apa?'

Dan... membiarkanmu tertawa palsu.

Untuk aku yang sekarang masih diliputi rasa penasaran, aku di sini sekarang tengah diliputi rasa cemas ; memilih untuk datang ke pernikahannya atau tidak.

Tapi sekarang aku bahagia untuknya. Kamu juga harus, ya.

Karena tidak ada yang salah dengan mencintai selagi di waktu yang tepat tahu cara merelakan. 


8 komentar:

  1. "Karena tidak ada yang salah dengan mencintai selagi di waktu yang tepat tahu cara merelakan."

    Suka sekali sama kata-kata di atas. Saya setuju, mencintai dan merelakan sepertinya memang sudah paket. Bahkan meskipun seandainya cinta kita berbalas, tetap ada yang "sesuatu" yang harus direlakan karena kita sudah berani mencintai ^_^, *haduh ngomong apa sih saya*, wkwkwk

    BalasHapus
    Balasan
    1. betuul:") meski ini cuma fiksi, tapi melekat banget di masa kini.

      Hapus
  2. Astaga sedih juga... Intinya diundang ke nikahan mantan gitu yaa....

    BalasHapus
  3. Aku jadi membayangkan "aku masa depan" berbicara pada diriku yang kini. Bahwa, kita akan selalu memiliki pikiran yang lebih "sempit" dari masa depan. Seperti postingan kakak yg kutangkep bilang masa lalu kita masih menganggap besar hal2 yang harusnya tak perlu dikhawatirkan sedangkan akhirnya sekarang pikiran kita lebih "luas" untuk menganggap semua itu hal yang baik/bukan masalah. Kita akan selalu berproses.

    BalasHapus
  4. Bagi sebagian orang, memang lebih baik mengutarakan perasaan dibandingkan harus menyesal karena memendamnya. Hiks... Sedih 😭

    BalasHapus
    Balasan
    1. karena kalau udah diungkapin, akan mudah juga menerima kenyataan.

      Hapus

Tolong berkomentar yang baik dan sopan ya, readers! juga centang kolom 'Notify me' sebelum publish komentar untuk mendapat notif balasan.
^^