Minggu, 26 Oktober 2025

Menuju 2026

 Hai Assalamualaikum! ^^

Sebentar lagi tahun 2025 berakhir ya, kawan. Mau dibilang gak kerasa tapi kerasa banget sih kalau di aku mah. Dan selain itu ada juga hal lain yang pengen banget aku ceritain ke kalian. Yaitu tentang rasa sabar, syukur, dan nikmat.

Andai kalian tahu bahwa tahun 2024 adalah tahun paling buruk kedua setelah tahun 2019 dihidupku. 2019 aku ditinggal meninggal oleh ayah dan 2024 aku ditinggal nikah oleh crush-ku. Sama-sama ditinggal cuma beda genre saja huhu.

Dan yah itu rasanya sakit luar biasa, seperti anak panah yang mengoyak jantung. Tentu saja mempengaruhi semuanya termasuk hari-hariku bahkan pekerjaanku. Rasanya ingin cepat berakhir saja.  Sampai aku sempat mempertanyakan kapan giliran aku bahagia dan kenapa semua terjadi ke aku? kapan giliran aku bahagia? dan apakah aku bisa bahagia?

Lalu di tahun 2025 semua Allah jawab. Disini bukan maksudku untuk riya yah, aku cuma mau share pengalaman indah dan mengajak kalian untuk lebih bersyukur juga. Intinya Allah tuh ganti semua kesedihan aku dengan kebahagiaan akan hal yang selama ini aku idam-idamkan. Alhamdulillah. Seakan-akan bilang ; makasih udh sabar, sekarang aku ganti sama yang lain yah...

Allah baik banget. Dan 2025 jadi saksi buah-buah sabar bermunculan. Padahal kalau boleh dibilang sabarku masih tipis banget dan jauh dari kata baik, tapi Allah seroyal ini ngasih aku semuanya. Bayangkan kalau ke kalian, pasti lebih dari kata bahagia yah. Karena aku yakin sabar kalian jauh lebih luas dari aku.

Pesanku untuk kamu yang belum nemu 'bagian'nya di tahun ini, tetaplah berprasangka baik ke Allah yaaa... Allah maha baik, cuma kadang hati kita yang kotor sampai gabisa menyadari kemurahannya.


Love you. 

Continue reading Menuju 2026

Senin, 25 Agustus 2025

BERHENTI MINTA MAAF!

 Hallo readers! 

Hari ini rasanya cukup beda kurasa, karena aku mengetik tulisan ini saat sedang kesal -atau mungkin sangat kesal. Aku sadar kejadian yang akan aku ceritakan ini bukan satu-satunya penyebab, tapi satu-satunya pemicu aku kesal, muak, dan sadar. 

Kenapa aku harus selalu minta maaf untuk mengerti perasaan orang lain, sedangkan hal yang dibincangkan adalah hal sepele. Tapi aku harus bertanggung jawab atas kesensitifan orang lain. How about me, dude?!

HHHH! benar ya kata orang-orang bijak, jangan terlalu sering minta maaf. Itu hanya akan membuatmu dianggap sepele dan membuat mereka yakin bahwa permintaan maafmu atas kesensitifan mereka itu adalah hal wajib. Pfftt

Jadi ceritanya tadi pagi aku dihampiri oleh seseorang yang mewakili kekecewaan seseorang akan sikapku yang terkesan pilih-pilih dalam merespon pesan disebuah grup. Dia bilang, kenapa pesannya tidak mendapat responku? yang lalu aku jawab dengan sopan pada orang yang menyampaikan pesan ini, bahwa aku seringnya sibuk dan tidak buka grup dan aku minta maaf. Mungkin itu bertepatan dengan pesan yang beliau kirimkan. Meski begitu aku langsung mengerjakan yang sudah seharusnya kukerjakan dan mengirimkan hasilnya kepada mereka. Tapi sepertinya tidak membuat beliau senang hingga sipenyampai pesan ini bilang aku harus meminta maaf secara pribadi kepada beliau. Sopan kah? 

Posisinya tidak ada yang lebih atas, tapi disini posisiku bisa dibilang adalah yang harusnya bisa lebih  dihargai. Ibaratnya kamu menitipkan anakmu ke daycare bukan artinya kamu adalah bos mereka yang bisa seenaknya menyuruh ini itu. Maksudku, kamu meminta tolong kepada mereka yang menawarkan jasa dan mereka melaksanakan kewajiban mereka sebagai penyedia jasa, kenapa hal sekecil ini harus jadi masalah? bagaimana kalau keadaannya dibalik? aku juga tidak pernah menuntut maaf dari beliau padahal beliau juga pernah berbuat salah. Bukankah ada baiknya untuk hal-hal sepele seperti ini kita bisa saling memahami situasi masing-masing? dan tidak menganggap diri sendiri sebagai sipaling superior?

Lagipula pesannya bukan tentang permintaan atau apa, hanya sekedar konfirmasi. Ya sudah aku catat kalau begitu, bukan maksud juga tidak membalas : "Baik, terima kasih konfirmasinya." tapi lagi-lagi aku bilang, waktu itu aku sibuk dan memilih langsung mengerjakan tugasnya ketimbang membalas. Tidak selalu aku begitu, tapi -ah sudahlah!

Yang jelas ini membuat aku sadar, sekali lagi SADAR bahwa salah satu cara untuk menghargai diri sendiri itu salah satunya adalah tidak sering minta maaf untuk hal-hal yang sifatnya biasa saja. Kurasa ini bukan ego, ya. Pendapatku sih begitu.


Yah segitu saja, jam masuk sudah dekat nih. 

Makasih udah baca omelan-omelanku. Sayang kalian :*

Continue reading BERHENTI MINTA MAAF!

Jumat, 13 Juni 2025

EKSPEKTASI ATAU PENERIMAAN?

 Bukannya aku tidak mengerti tentang fakta bahwa terasing karena adanya manusia lain yang lebih ‘menguntungkan’ adalah hal lumrah, layaknya air di atas daun talas. Aku hanya tidak terbiasa dengan rasanya. Sama seperti saat aku tersandung pada anak tangga hanya karena berbeda tingginya, aku lebih cepat mempertanyakan alih-alih merasa sakit karena jatuh. Ada kalanya aku diam-diam merasa bahwa diri ini telah menemukan manusia lain yang bisa kusebut teman dengan ringan tanpa pikir panjang. Rasanya seperti dimengerti dan membuatku menjadi serakah, karena menginginkan semua berlangsung lama dan berarti istimewa. Tanpa pernah berpikir, hal apa yang bisa manusia lain terima dari aku yang lancang melabeli mereka ‘teman’?

Katakanlah aku bodoh karena hanya mengerti apa yang aku rasa tanpa bisa mengerti apa yang manusia lain rasa dan pikirkan, meski aku tidak pernah diberitahu. Andai aku lidah, pastilah yang bisa kurasa hanyalah manis. Aku terbiasa menikmati euphoria pertemanan tanpa pikir panjang. Merasa manusia lain menerimaku seperti aku menerima semua kurangnya mereka.

Lagi-lagi aku tidak terbiasa dengan pikiran dan isi hati manusia lain. Tidak bisa kah aku mendengar dalam hidup ini manusia lain berkata bahwa aku diterima dengan setulus hati meski tanpa memiliki apa-apa? Tidak bisakah aku diterima meski aku sudah pernah menjadi apa adanya dan berani menunjukkan tujuh wajah, seperti yang manusia lain lakukan juga padaku?

Mengapa rasanya hanya aku yang layak ditinggalkan? Mengapa aku tidak melihat beban pada mata manusia lain yang membuangku begitu saja hanya karena tidak bisa memenuhi ekspektasinya?

Saat aku kecil aku berpikir jika ingin memiliki teman aku harus banyak meminjamkan bahkan memberikan banyak mainan. Lalu aku sedikit belajar, mungkin jawaban milikku bisa memberi mereka nilai besar dalam mata pelajaran. Dan benar, aku dapat teman. Tapi sementara. Hingga sekarang aku sudah bisa memahaminya dan menafsirkan bahwa memuaskan keinginan setiap manusia bukanlah tugasku. Terlebih tugas seorang 'teman'. 

Akhirnya aku menjalani hari-hari dengan kokoh di kaki sendiri dan memeluk dengan tanganku sendiri hanya untuk sekedar melindungi perasaan yang terlalu rapuh. Tapi aku gagal hanya karena setitik kebaikan sementara yang mungkin sebenarnya semu. 

Ingin rasanya menyalahkan manusia lain, tapi hanya ada perasaan aku saja disini, jadi kuurungkan lagi niat itu. 

Kembali berlalu dan mulai menyusun kembali sugesti yang terkadang menjadi pikiran positif yang menipu namun penuh pembelajaran : pertemanan adalah sebuah penerimaan. Bukan sekadar hadir tanpa jeda tapi juga tentang bagaimana manusia satu dengan manusia lainnya menempatkan diri dalam hubungan yang tulus. 

Continue reading EKSPEKTASI ATAU PENERIMAAN?

Sabtu, 29 Maret 2025

Cahaya Bulan Dalam Kata : Bayang Bulan || Puisi Cinta Bertema Bulan

BAYANG BULAN

oleh Poetesszia


Aku sedang tidak menyukai bulan akhir-akhir ini

Pada cahayanya aku menunduk sungkan

Dan pada bentuknya mataku terpejam

Namun aku berharap keberadaannya tetaplah nyata.


Banyak orang mengungkapkan cinta dengan bulan

Entah dengan dinginnya entah dengan silaunya

Aku tidak suka menjadikannya perumpamaan

Walau menjadi saksi indahnya maksud dibalik kata.


Kiranya bulan kesepian diantara ungkapan cinta

Di bawah gemintang tenang dan ramainya bumi

Hingga bayangnya menjadi semu mengikuti malam

Namun sayang beribu sayang, aku tidak bisa merasakannya.

Continue reading Cahaya Bulan Dalam Kata : Bayang Bulan || Puisi Cinta Bertema Bulan

Jumat, 28 Maret 2025

,

Cara Aku Mencintai dan Mengenali Diri Sendiri Bermodalkan Kertas. Introvert wajib baca! || Menggunakan bahasa bayi/sehari-hari

 

Halo semua, apa kabar? semoga sehat-sehat ya. 

Inget ga dipostingan sebelumnya aku stress banget karena lelah secara perasaan dan fisik? sekarang ada kabar baiknya guys. Sekarang aku jauh lebih 'sehat' dan bahagia. Serta menemukan lingkungan baru yang bisa dibilang selama ini, ini yang aku mau. Aku cerita yaa... 

Ambil makanan dulu gih!

mau yang manis atau asin, nih?
 

Setelah berbulan-bulan terlarut dalam kesedihan akhirnya aku menemukan solusi yang cocok untuk lebih legowo dan hidup tenang versi aku. Mungkin ada yang bilang caranya terlalu ekstrim atau gila, tapi di aku cara ini ampuh banget.


 


Pernah ga denger istilah kenali diri sendiri dan cintai diri sendiri? kalau pernah, nah itu adalah cara yang aku pakai. Tapi caranya bagaimana akan aku jelaskan menggunakan bahasa bayi yang jauh dari kesan text book itu.

Kalau kamu orang yang susah buat cerita tentang diri sendiri apalagi masalahnya, dan terkesan nyesel kalau udah cerita ke orang karena ngerasa over sharing, aku saranin kalian mulai dengan menulis di buku atau kertas kosong tentang apa yang kalian rasakan. Anggap saja kertas itu teman hayalan kamu yang paling bisa menjaga rahasia. 

Gausah pake bahasa yang baku, aku sangat menyarankan kamu pakai bahasa sehari-hari aja. Kayak ngomong ke manusia gituuu. Bukan kayak yang mau publish jurnal ya. Pakai bahasa daerah juga gapapa banget sih, senyaman kamu aja.

Aku yakin yang pertama kamu rasain itu perasaan plong. Karena kita perlu cerita mau itu di dalam hati atau pun secara verbal.

Ingat ya, gausah coba-coba buat ngoreksi tulisan kamu apalagi baca berulang-ulang. Karena yang dicari disini adalah rasa lega setelah menyalurkan unek-unek. Kalau kamu baca ulang terus-terusan yang ada malah keinget masalahnya terus. Salah nulis juga gapapa, coret ajaa! pokoknya bener-bener tulisan yang mentah lah.

Cara kedua, coba ajak bicara diri kamu. Plis lakuin ini pas sendirian aja ya! gausah nambah-nambah masalah dengan lakuin ini dimuka umum yang bisa bikin kamu punya klaim baru di mata orang lain.

Lagi-lagi aku bilang, pakai bahasa ternyaman kamu. Coba ajak bicara diri kamu. Aku contohin yaa, misalkan masalahku itu adalah terlambat setor laporan bulanan sampai aku dimarahin atasan depan umum.

"Iyaa aku ngaku malu banget tadi siang karena dimarahin gitu, aku juga kesel. Aku tahu aku salah tapi cara atasan aku juga gak bener. Tapi maafin yaaa... mungkin dia lagi capek banget tadi." terus hembuskan nafas. 

Buat ngomong ke diri sendiri harus ada unsur pengakuannya. Pengakuan apa yang kamu rasain terutama. Baru setelahnya sugesti penenang yang bikin kamu jadi berpikiran positif ke orang lain. Intinya ngeluh boleh, nanyain perasaan boleh, tapi harus diakhiri dengan perasaan dan pemikiran yang positif. Dengan begitu kamu bakal ngerasa dimengerti sekali.

Gampang kan yaaa... yuk lanjut ke gimana cara aku buat mencintai diri sendiri.

Karena kasusnya berhubungan dengan orang luar, jadi ini bukan karena aku insecure ya. Itu beda bahasan. 

Yang pertama aku lakuin untuk mencintai diri sendiri itu dengan cara menjadikan diri sendiri dan orang lain itu 'sebutuhnya' saja. Terutama dari orang-orang yang pernah nyakitin atau pun orang-orang yang bisa bawa kenangan buruk itu kembali. Cara halusnya gimana? 

Kalau aku sih mulai dari jadi diri yang lebih produktif ngelakuin hobi. Kenapa hobi? ya karena kasusnya kan aku stress dan ngebatin ya, kalau produktifnya ke kerjaan ya menggila lah aku wkwkwk... jadi pas diajakin ketemu aku punya alasan lagi ngelakuin sesuatu yang gabisa banget kalau di ganggu. Take your time gitulah istilahnya mah.



Dan inget ya, kamu harus tega buat nolak kalau emang gamau atau ga setuju. Jangan berpikir nanti takut ga ditemenin lagi atau ga dibantuin lagi, karena ini cuma jadi sebutuhnya aja, bukan yang kamu jadi menghilang gitu. Engga kok, kamu harus tetap berhubungan baik dengan mereka, tapi jangan menjadi terlalu dekat seperti dulu. Ngerti kaaan? sebutuhnya sajaaa. Juga jadilah mandiri dan bisa berdiri di kaki sendiri. Jangan sampai terlalu bergantung ke orang lain. 



Kerjakan semaksimal mungkin, sisanya pasti Allah bantu. Bantuan Allah kan luas, bisa darimana dan gimana aja caranya. Oke?

Percaya deh, lambat laun tanpa kamu jelasin pun mereka tahu kalau kamu lagi bikin batasan dengan mereka. Tapi tetap bisa diajak berhubungan baik, karena kamu main halus. Sehingga nantinya mereka lebih menghargai dan segan denganmu. Tapi memang disini posisi kamu harus siap dengan segala perubahan yang terjadi ya, yaitu tidak sedekat dulu dengan mereka. 

Aku sendiri udah ga pernah nongkrong lagi sama mereka tapi kalau ada yang minta tolong dan aku senggang aku pasti bantuin. Karena aku sadar masa depan ga ada yang tahu dan itu ga menutup kemungkinan kalau nanti bisa saja aku juga butuh bantuan orang lain. 

Dengan ngelakuin itu aku jadi punya waktu lebih banyak ke diri sendiri dan ngelakuin apa yang aku suka. Yang terpenting adalah minim sakit hati dan tersinggung. 

Terus nanti mereka ke aku jadi sebutuhnya juga dong? ya memang! tapi kenapa harus sedih kalau orang itu memang sering nyakitin kamu? biasanya ini kalau kasusnya temenan deket yang ga berani nolak gitu ya. Hayoh ngaku~

Tapi tenang aja, kehidupan akan terus berjalan dan yang kamu cut off juga hanya orang-orang yang nyakitin kamu aja kan. Pergi satu tumbuh seribu. Kamu bakal ketemu sama orang-orang baru, keadaan baru, dan ketenangan yang baru.

Jadi meskipun kamu narik batasan, bukan artinya kamu narik diri dari pergaulan dan menghindari semua orang ya! bergaullah, bersosialisasilah, berinteraksilah seperti biasanya tapi jangan biarkan siapapun masuk terlalu dalam. Sebutuhnya saja.

Aku udah menerapkan cara ini dan ternyata temanku jadi makin banyak, minim sakit hati, tapi tetap berhubungan baik dengan mereka. Kalau kamu belum mengerti maksudku, mungkin kamu belum dewasa untuk mengerti. Karena di dunia orang dewasa pada nyatanya rata-rata kebanyakan orang memang menerapkan cara seperti ini. Dan itu berhasil membuat kamu mencintai diri sendiri dengan menghindarkan diri kamu dari sesuatu yang menyakitkan.

Dengan membuat batasan, kamu jadi minim sakit hati. Karena hanya orang-orang dekat dan melekat saja yang seringnya bikin sakit hati. Semakin berarti orang itu semakin sakit pula rasanya.

Continue reading Cara Aku Mencintai dan Mengenali Diri Sendiri Bermodalkan Kertas. Introvert wajib baca! || Menggunakan bahasa bayi/sehari-hari

Senin, 16 September 2024

Sepertinya aku penat.

Beberapa bulan belakangan ini aku merasa sudah melakukan banyak hal yang menguras tenaga dan pikiran. Awalnya hanya ingin menyibukkan diri karena ditinggal nikah, tapi ujungnya malah kebablasan. Yang aku coba benar-benar membuat tenaga dan pikiran terkuras, dan anehnya lagi aku sendiri heran kenapa bisa melakukan hal sebanyak ini. Apa saja?

Pertama aku menjadi 'katakan saja petugas coklit' yang tugasnya kurang lebih kayak petugas sensus. Gak main-main aku ngedata warga 1 RW. WOW! banyak banget dramanya, tapi senangnya juga gak kalah banyak. Jadi kenal dan silaturahmi sama para warga hehehe

Kedua, gabung jadi anggota karang taruna. Gak cuma jadi anggota, aku juga jadi bendaharanya sekaligus. Bergelut dengan keuangan yang dulu pelajarannya sangat aku hindari. Tapi setelahnya aku resign karena perbedaan visi dan misi dengan ketua. Kecewa banget jujur, karena hal seperti itu malah tidak bisa didiskusikan sama sekali. Alhasil aku dan beberapa temanku memilih resign. Kurasa hampir 2 bulan aku ikut pusing mengurus keperluan dan berbagai acara. Rasanya seperti capek gak kepake.

Lanjut yang ketiga, aku harus membackup 100% pekerjaan ibu yang sudah tidak mampu lagi mengurus dokumen-dokumen yang sangat banyak itu, dan mengurus pekerjaannku juga. Pusing? jelas! Tapi aku yakin semua ini akan membawa kebaikan untuk aku dan ibuku juga. Dan tentunya aku ikhlas melakukannya supaya ibu tidak stress dan aku terhindar dari omelannya hihihi...

Tapi aku merasa aku terlalu lelah secara pikiran dan mental, i feel like overwhelmed. I need something like ice cream or healing for my mind.

Dan sepertinya menuliskan semua kekalutan ini bisa mengurangi kusutnya pikiran yang terlalu sering bergulung kacau ini. Aku juga dengar bahwa banyak minum bisa membantu, tapi aku jadi sering buang air kecil dengan cara itu. 

Aku heran, kenapa rasanya sulit sekali curhat dan kenapa lebih sulit lagi menemukan orang yang enak diajak curhat tanpa memberi saran memaksa atau adu nasib? Rasanya serba salah karena terus bicara hal yang bukan ingin aku bicarakan. 

Terus cerita dan melakukan hal yang sebenarnya bukan itu yang aku mau. Jadinya semua menumpuk dan siap untuk meledak. Mungkin bunyi ledakannya akan seperti ini : AAA!!!AKU CUMA PENGEN CERITA DAN NGELUH! BUKAN MINTA SARAN APALAGI MALAH DIOMELIN! AKU PENGEN PLONG! AAAAAAA!!!!

Hhhh~ lega. Meski cuma ketikan tangan tapi aku bisa ikut menjerit dalam hati. Dan aku jadi kenal lebih jauh lagi dengan diri sendiri. Ternyata aku orang yang mudah cerita tentang apa saja tapi susah untuk membahas perasaan sendiri. Terlalu takut untuk capek duluan. 

Ya sudah kalau begitu segini saja. Kapan-kapan lagi aku cerita di sini. Sepertinya postingan selanjutnya aku mau bahas tentang liburan ah.

Wanna meet me on thread? then follow me! >w< (@poetessszia)

Continue reading Sepertinya aku penat.

Sabtu, 30 Maret 2024

JASA EDITING, PROOFREADING, DAN REVIEW KARYA TULIS FIKSI MURAH DAN MUDAH!

🎉OPEN PROOFREADING / EDITING  / WRITING (REVIEW) FICTION COMMISSION🎉 

April Batch Limited slot (0/3)

Hawo! kali ini aku posting untuk memperingan pekerjaan kalian yang senang menulis tapi malas untuk melakukan finishing, nih. Selain itu aku juga bisa membantu kalian untuk meningkatkan kualitas tulisan dengan mereview hasil tulisan kalian yang tidak aku sediakan pada jasa proofreading dan editing.

Untuk penjelasan job bisa lihat rules di bawah ini ya :

* Contoh pengerjaan yang pernah dibuat, bisa di lihat di : 

https://drive.google.com/drive/folders/1dGr2GdsNHg-pCILrkbQ5ag1GzuuKFjUa?usp=sharing

* Khusus review fiksi cek blog aku ya :

http://poetessszia.blogspot.com/

Jika ada yang kurang jelas, bisa langsung chat di messenger ke akun khusus ini https://web.facebook.com/kei.masami/ . Terima kasih... )w(/

Continue reading JASA EDITING, PROOFREADING, DAN REVIEW KARYA TULIS FIKSI MURAH DAN MUDAH!

Minggu, 28 Januari 2024

,

[Review Film] : Night Swim (2024) || Supranatural Horror


Judul             : Night Swim 

Genre            : Supranatural Horror

Tanggal rilis : 4 Januari 2024 

Sutradara      : Bryce McGuire

Produser       : James Wan dan Jason Blum 


SINOPSIS

Night Swim adalah film horror supranatural dari Amerika serikat yang tayang pada tahun 2024. Menurut Wikipedia, sebelum menjadi film layar lebar "Night Swim" pernah ditulis dan disutradarai oleh McGuire dan Rod Blackhurst di film pendek pada tahun 2014. 

Cerita Night Swim bermula saat mantan atlet bisbol Ray Waller dan istrinya Eve Waller memutuskan membeli rumah untuk memulai hidup baru setelah Ray Waller mengidap penyakit degeneratif. Tidak hanya Ray dan Eve, tapi kedua anaknya Izzy Waller dan Elliot Waller pun mau tidak mau harus beradaptasi dengan lingkungan baru lagi setelah beberapa kali pindah rumah. 

Pada perjalanan pulang memeriksa calon rumah, mereka melihat rumah kosong lain diperjalanan pulang. Rumah yang luas dan cukup terawat membuat keduanya tertarik untuk melihat-lihat kedalamnya. Setelah di cek ternyata rumah itu memiliki kolam renang di belakang rumah sehingga menjadi nilai lebih, dan pada akhirnya mereka pun memutuskan untuk membeli rumah itu. Namun belum juga menempati rumahnya, teror bahkan sudah dimulai. Yang mana target pertamanya adalah Ray.




Awalnya Ray dan Eve memilih rumah itu dengan harapan Izzy dan Elliot akan dengan mudah mendapat teman karena bisa mengajak teman-temannya bermain di kolam, namun seiring berjalannya waktu Ray menjadikan kolam renang itu sebagai media terapi untuk kakinya. 

Tidak ada keanehan sebelumnya, sampai akhirnya Ray menyadari bahwa sesuatu yang ganjal terjadi pada tubuhnya setelah berenang disana, dimana kakinya pulih dengan cepat sehingga membuat obsesi kecil pada kolam renang itu tumbuh pada diri Ray. Namun berbeda dengan Ray Waller, Eve dan kedua anaknya justru mulai merasakan teror-teror misterius setiap kali berenang di kolam itu. 





Kira-kira teror apa dan kenapa mereka di teror ya? 


Review

Untuk adegan awal yang aku lihat di film Night Swim ini tidak berbeda dengan film-film horror biasanya dimana ada keluarga kecil yang mencari rumah baru untuk memulai hidup baru, namun rumah yang dipilih memiliki misteri yang akhirnya menghantui mereka semua. Namun latar belakang para tokoh di Night Swim inilah yang membedakan dengan film lainnya yang pernah aku tonton. Terlebih objek disini bukanlah rumah melainkan kolam renang di rumah itu.

Sesuai dengan judulnya 'Night Swim'.

To the point. Kalau aku biasanya harus sibuk menebak-nebak lebih dulu tentang kejadian apa yang sebelumnya terjadi hingga menimbulkan teror, Night Swim justru membeberkannya di awal film. Begitu pula dengan teror apa saja yang mengintai sehingga merenggut nyawa orang yang berenang di malam hari. 

Di awal cerita aku disuguhkan tentang kisah seorang gadis kecil bernama Rebecca yang tinggal bersama saudara dan ibunya. Pada suatu malam Rebecca menghampiri saudaranya yang memang sakit-sakitan untuk menawarkan bantuan mencari mainan perahunya yang hilang di kolam renang, setelah melihat respon saudaranya akhirnya Rebecca memutuskan untuk mencari mainan perahu itu. Namun sayang dia terjatuh dan makhluk air itu mengambil nyawanya. 

Secara keseluruhan Night Swim bukanlah film yang membuat aku mencari-cari apa latar belakang teror, melainkan penyebab teror itu harus muncul. Scene demi scene Night Swim disajikan dengan suasana menegangkan yang cukup dan hanya berfokus pada satu titik. Jumpscare yang disuguhkan pun masih bisa diterima oleh jantungku yang kagetan ini hahaa. 

Menurutku film Night Swim ini memiliki porsi kisah horor dan kekeluargaan yang imbang. Karena mengusut tema keluarga yang saling mendukung satu sama lain. Interaksi Izzy dan Elliot juga dibuat realistis menurutku, tidak melulu bertengkar dan dipaksa akur oleh keadaan seram, tidak juga terlalu akur yang menghilangkan ciri khas kakak dan adik. 

Izzy Waller yang diperankan oleh Amelie Hoeferle ini memiliki sifat yang cukup bisa bergaul dan beradaptasi cepat. Namun hati-hati dan pemikir secara bersamaan. Berbeda dengan Elliot Waller yang diperankan oleh Gavin Warren yang memiliki sifat pemurung, minder, takut mencoba hal baru, namun memiliki jiwa perasa. Tapi jangan salah, karena sebenarnya Elliot juga memiliki rasa ingin tahu yang tinggi dan pintar. Elliot hanya butuh didampingi oleh ibunya yang selalu memberinya semangat.

Ada beberapa pertanyaan yang mengganjal pikiranku setelah selesai menonton Night Swim, diantaranya adalah kenapa 'dia' dijadikan target dan siapa makhluk itu? Bagaimana nasib akhir arwah para korban? Apa keluarga sebelumnya sebenarnya terlibat?

Secara keseluruhan dari segi cerita menurutku Night Swim ini masih bisa dikembangkan lagi terutama dibagian plot twist-nya. Menurutku kalau memang film ini tidak akan ada lanjutannya, daripada tidak ada sama sekali lebih baik kejadian di awal film itu disimpan di akhir saja, kecuali kalau memang akan ada lanjutannya.  Tipikal film horror yang masih bisa ditonton sendirian.

Berbeda dengan ceritanya, segi tokoh dan acting para aktor menurutku sudah bagus. Apalagi disini Ray (Wyatt Russell) dan Eve (Kerry Condon) sweet banget! terutama Eve. Tipikal pasangan yang positif, pengertian, setia dan selalu memberi semangat pada Ray yang hampir kehilangan semangat hidupnya. Ray juga tidak kalah kerennya, dia punya semangat tinggi untuk sembuh dan rela berkorban apa pun demi keluarga kecilnya. 

Oke, sekian review film Night Swim dariku. Rating 3/5 untuk Night Swim.

Yang akan menonton film-nya, happy watching ya!


SYNOPSIS

Night Swim is a supernatural horror film from the United States which will be released in 2024. According to Wikipedia , before becoming a feature film "Night Swim" was written and directed by McGuire and Rod Blackhurst in a short film in 2014. 

The story of Night Swim begins when former baseball athlete Ray Waller and his wife Eve Waller decide to buy a house to start a new life after Ray Waller suffers from a degenerative disease. Not only Ray and Eve, but their two children, Izzy Waller and Elliot Waller, inevitably had to adapt to a new environment after moving houses several times. 

On their way home to check out prospective houses, they saw another empty house on the way home. The house is spacious and well maintained, making both of them interested in looking inside. After checking, it turned out that the house had a swimming pool behind the house, so it added value, and in the end they decided to buy the house. But before he had occupied his house, the terror had already begun. The first target is Ray.

Initially Ray and Eve chose that house in the hope that Izzy and Elliot would easily make friends because they could invite their friends to play in the pool, but as time went by Ray used the swimming pool as a therapy medium for his feet. 

There was nothing strange before, until finally Ray realized that something strange had happened to his body after swimming there, where his legs recovered quickly, making a small obsession with the swimming pool grow in Ray. However, unlike Ray Waller, Eve and her two children began to feel mysterious terrors every time they swam in the pool. 

What terror do you think they are and why are they being terrorized? 

Review

The initial scene that I saw in the film Night Swim is no different from usual horror films where there is a small family looking for a new house to start a new life, but the house chosen has a mystery that ultimately haunts them all. However, the background of the characters in Night Swim is what differentiates it from other films I have ever watched. Moreover, the object here is not the house but the swimming pool in the house.

As the title suggests 'Night Swim'.

To the point. If I usually have to be busy guessing first about what events previously happened to cause terror, Night Swim actually reveals it at the beginning of the film. Likewise with any terror that lurks and takes the lives of people who swim at night. 

At the beginning of the story I was presented with the story of a little girl named Rebecca who lives with her siblings and mother. One night, Rebecca approached her sister, who was sick, to offer help looking for her lost toy boat in the swimming pool. After seeing her sister's response, Rebecca finally decided to look for the toy boat. But unfortunately he fell and the water creature took his life. 

Overall, Night Swim is not a film that makes me look for the background of the terror, but rather the cause of the terror that must appear. Scene after scene of Night Swim is presented with quite a tense atmosphere and only focuses on one point. The jumpscare that was presented was still acceptable to my shocked heart hahaa. 

In my opinion, the film Night Swim has an equal portion of horror and family stories. Because it explores the theme of families supporting each other. Izzy and Elliot's interactions are also made realistic in my opinion, they don't always have to fight and are forced to get along due to scary circumstances, they don't get along too well which eliminates the characteristics of a brother and sister. 

Izzy Waller, played by Amelie Hoeferle, is quite sociable and adapts quickly. But be careful and thoughtful at the same time. In contrast to Elliot Waller, played by Gavin Warren , who is gloomy, insecure, afraid to try new things, but has a feeling soul. But don't be mistaken, because actually Elliot also has high curiosity and is smart. Elliot only needs to be accompanied by his mother who always gives him encouragement.

There were several questions that plagued my mind after finishing watching Night Swim, including why 'he' was the target and who was that creature? What is the final fate of the victims' spirits? Was his previous family actually involved?

Overall, in terms of story, I think Night Swim can still be developed further, especially in the plot twist section. In my opinion, if this film really won't have a sequel, rather than not having it at all, it would be better to save the events at the beginning of the film for the end, unless there will be a sequel. A typical horror film that can still be watched alone.

In contrast to the story, I think the characters and acting of the actors are good. Especially here Ray ( Wyatt Russell ) and Eve ( Kerry Condon ) are really sweet! especially Eve. A typical partner who is positive, understanding, loyal and always encourages Ray, who almost loses his enthusiasm for life. Ray is no less cool, he has a high enthusiasm for recovery and is willing to make any sacrifice for his little family. 

OK, that's my review of the Night Swim film. Rating 3/5 for Night Swim.

Those who will watch the film, happy watching!



Continue reading [Review Film] : Night Swim (2024) || Supranatural Horror

Sabtu, 24 September 2022

Oh, jadi begini rasanya dewasa?

Cerita ini mengandung banyak keluhan dan tamparan. Siapkan bantal untuk bersandar.

Dua minggu. Dua minggu aku menahan letih dan sakit hanya untuk mempertahankan ego yang bertopeng rasa 'tanggung jawab'. 

Hari itu atau mungkin malamnya, aku lupa. Aku dapat telepon dari -katakan saja 'atasan'. Dia bilang sudah membuat keputusan untuk menjadikan aku panita disebuah acara tahunan. Awalnya seneng sih, tapi merasa agak terpaksa juga karena aku gak diberitahu apa-apa sebelumnya. Tahu-tahu sudah tercantum saja namaku yang manly ini di sana. 

Oke baiklah, mau bagaimana lagi kan? padahal sebenarnya aku gak suka terlibat dalam hal-hal kayak gitu. Aku lebih suka menjadi 'anggota' atau 'rakyat' yang tinggal mengikuti saja. Bukan 'penyelenggara'. 

Sempat curhat sana sini, ngeluh sana sini tapi tanggapannya sama : coba saja dulu.

Baiklaaah... aku coba. Lihat nanti akan bagaimana, kalau memang mengganggu acara nonton anime dan acara horror di channel Youtube favoritku, aku tidak mau lagi. Final.

Dan kalian tahu? benar sajaaaa... lelaaah sekali! terlibat dalam satu projek dimana di dalamnya hanya aku yang bontot. Seperti saat aku yang tidak terbiasa bekerja kelompok tiba-tiba ingin mengakhiri kegiatan tapi tidak bisa karena yang lain belum selesai. Atau saat ingin pergi jajan tapi yang lain masih bekerja. Dan yang paling parahnya adalah saat aku sakit tapi tidak bisa ijin sakit, sehingga sakitku tak kunjung sembuh.

Beberapa kali ingin menyerah dan memutuskan untuk istirahat dulu, tapi melihat keadaan yang sangat gak memungkinkan buat ditinggal buat aku memilih untuk mengabaikan tubuh yang sudah merengek ingin istirahat.

Tidak cukup sampai di sana karena setelah selalu pulang nyaris magrib, aku harus kuliah di malam harinya. Dan tentu saja dengan tugas-tugasnya. Cukup berhenti di sana? tentu saja tidak dooong... karena setelahnya aku juga harus menyiapkan bahan ajar untuk pagi dan siangnya. 

Mungkin poin terakhir itu bakal aku ceritakan nanti secara terpisah karena bisa-bisa keluhanku ini menyaingi tebalnya novel Harry Potter!

Badanku menyerah, aku demam dan batuk parah, perutku mual dan badanku berat sekali. Tapi masih masuk kerja dengan tidak tahu dirinya dan hanya memberi 'tidur curian' untuk tubuhku. Karena aku yang selalu tidak enakan ini tidak ingin membuat mereka memikirkan hal-hal buruk tentangku. Aku paling tidak tahan dengan perkataan buruk orang-orang. Bukan hanya ingin dipuji, tapi lebih ke 'tidak tahan' dengar cemoohan orang karena akan berdampak buruk buat mentalku yang selalu overthinking. Lebih baik tidak mendengar apa-apa, termasuk pujian sekali pun.

Dan tanpa terasa acaranya berjalan cukup lancar, tidak sempurna, karena aku sempat dimaki-maki oleh orang tidak tahu diri seantero bumi. Tapi saat aku merebahkan badan dan memejamkan mata, rasanya hari-hari itu hanya terjadi dalam 10 detik saja. Cepat dan berlalu begitu saja. Sampai rasanya aku gak percaya kalau sekarang sedang rebahan dan menulis tentang hari kemarin-kemarin.

Satu hal yang aku sadari, ternyataaa aku sudah dewasa. Sudah bisa bertindak profesional dan mengelola emosi. Ternyata badanku kuat, mungkin selama ini aku hanya tidak mau menekannya dan memanjakannya. Terlalu cepat menyerah dan merasa lelah pada hal yang enggak aku jadikan prioritas. Sampai aku gak pernah merasa bangga sebesar ini pada diriku.

Awalnya memang terpaksa dan kurang ikhlas, tapi saat dijalani banyak sekali hikmahnya. Aku jadi punya teman lintas usia lebih banyak, lebih fleksibel untuk bergabung dengan kubu mana pun, dan yang terpenting adalah mengetahui sejauh mana diri ini mampu bertahan.

Alhamdulillah...



P.S. 

Aku belum nonton channel horor favoritku lagi:((

Continue reading Oh, jadi begini rasanya dewasa?

Sabtu, 07 Mei 2022

Nonton Drama China Who Rules The World || Ketika Dua Manusia Tsundere Jatuh Hati



 

Hai Hai Assalamualaikum semuanya! 

Kurang lebih satu mingguan belakangan ini, aku sedang maraton nonton drama China Who Rules The World. Sebenarnya motivasi awal aku nonton drama China Who Rules The World ini adalah karena Zhao Lu Si main di drama ini! Dan seperti biasa dia selalu tampil cantik dan on point sekali~


Oke, sebelum aku pindah jalur dengan menceritakan Zhao Lu Si dan kecantikannya (ehm! terutama riasan matanya yang selalu bagus dan pengen banget aku tiru) aku akan sedikit saja membahas tentang drama China Who Rules The World ini.

Singkatnya, pada zaman dahulu ada dua pendekar/pesilat yang sangat terkenal akan kehebatan sekaligus kemisteriusannya. Keduanya dikenal dengan nama Bai Feng Xi dan Hei Feng Xi. Konon katanya, hanya Bai Feng Xi yang bisa menyeimbangkan kemampuan tarung Hei Feng Xi, dan begitu pula sebaliknya. Sehingga Bai Feng Xi dan Hei Feng Xi ini acap kali bertarung untuk menentukan siapa yang terbaik diantara keduanya saat bertemu. Ibaratnya juara 1 dan 2 gitu lah ya. 
 
Nah itu tadi kisah secara garis besarnya. Untuk detail lebih lanjut akan ditulis di sesi review.

Aku nonton drama ini di WeTV yang tayang senin-jumat untuk versi gratisnya. Iyaaa aku masih merasa bersyukur kok dengan jadwal tayangnya yang masih terbilang sering, sehingga aku tidak perlu mengeluarkan uang untuk membeli episode VIP nya. 

Drama China Who Rules The Word ini secara garis besar ceritanya memang hampir sama dengan drama kolosal yang lain. Perang antar sekte maupun perebutan kekuasaan di kerajaan kerap kali ada di drama China kolosal atau drama kostum. Tapi yang membuat aku bertahan nonton dari episode 1 sampai sekarang 16 (masih on-going) adalah karakter para pemainnya yang tidak terlalu mainstream. Masih realistis lah dengan sifat-sifat manusia di dunia nyata.

Jadi tidak ada tuh kisah gadis teraniaya yang tetap diam, atau kisah pangeran dan Cinderella yang hanya 1001 ditemukan di dunia ini. Jadi meski dari segi latar tempat dan nama organisasinya yang 'sedikit tidak realistis' itu tidak terlalu masalah karena penokohannya yang realistis. 

Dan aku paling suka interaksi antara Bai Feng Xi dan Hei Feng Xi. Karena meskipun mereka ini sering bertengkar dan digadang-gadang selalu menjadi master dalam dunia silat, perseteruan keduanya tidak terlalu yang lebay gimana-gimana gitu. Tidak sampai bermusuhan sampai dibawa hati dan menciptakan rasa ingin balas dendam jika kalah. Tidak begituuuu! mereka masih terlihat sering membantu satu sama lain (meski sering pakai gengsi) dan saling rindu kalau tidak bertemu. Dan sikap konyol dan jahil ini hanya mereka tunjukan pada satu sama lain saja. Seakan menjadi orang yang berbeda jika bertemu.

Tahu kenapa? 

Iyyyap! karena sebenarnya mereka punya perasaan terhadap satu sama lain, tapi merasa tidak mungkin untuk memiliki karena dunia mereka yang berbeda dimana Bai Feng Xi menyukai hidup yang bebas di dunia persilatan, sedangkan Hei Feng Xi harus merelakan kebebasannya karena hidup dalam aturan kerajaan. Sehingga mereka berpikir akan menyakiti satu sama lain jika nanti mereka bersama.

Dan mungkin kalau diutarakan, bunyi perasaan Hei Feng Xi pada Bai Feng Xi akan seperti ini : "Selama ini belum pernah aku temui sosok yang bisa mengalahkanku dengan mudah, dengan sikapnya yang menarik dan apa adanya." Sedangkan perasaan Bai Feng Xi pada Hei Feng Xi seperti ini : "Sebenarnya dia adalah pria yang baik, semua kelicikan dan tipu dayanya ternyata untuk niat yang baik." 

Hahaha aku membacanya dengan nada.

Btw selain penokohan yang menarik, alur cerita dengan konflik yang tidak terlalu berat juga membuat aku sebagai penonton bisa menikmati tanpa pikir panjang, tidak harus ngulang beberapa episode untuk mengingat alur cerita yang dibahas saking banyaknya pembahasan gitu. Seru dan mengalir aja.

Dan bonusnya kalau kalian nonton drama ini adalah.. mata kalian akan dimanjakan dengan visual yang tampan dan cantik! hehehe~ 
Karena terkadang, detail seperti itu bisa juga jadi penentu aku lanjut atau tidaknya nonton sebuah drama. Setidaknya aku jujur ya. Kalian gitu juga kan? hayo ngakuuu!


Dari hasil searching-searching di Google, aktor yang memerankan Hei Feng Xi ini bernama asli Yang Yang. Dan bisa dibilang ini drama pertamanya yang aku tonton, semacam kesan pertama sama acting-nya yang bagus. Gimana ya, dalam dramanya sendiri dia sering bersandiwara dihadapan orang lain, jadi meskipun hanya drama terkadang susah juga nebak alur kalau tokohnya kayak Hei Feng Xi. Tidak salah memang kalau Bai Feng Xi memberinya julukan rubah hitam.

Ya sudah, mungkin ocehan lainnya akan aku tumpahkan saja di postingan review agar semakin jelas, dan pembahasan ini sampai disini saja. Makasih yang sudah baca, see you!
Continue reading Nonton Drama China Who Rules The World || Ketika Dua Manusia Tsundere Jatuh Hati

Sabtu, 23 April 2022

Menyusun Mood

 


Mood-ku sedang datang untuk membaca buku. Iyaaa... Setelah sekian lama aku berhenti baca buku fisik (aku selalu baca e-book) aku jadi rindu rasanya membuka halaman lalu menghirup aromanya yang menguar. Dan akhirnya aku memutuskan untuk membaca buku ini. Dulu aku baru selesai baca buku pertamanya, saat melanjutkan yang kedua aku justru teralihkan entah oleh apa. Dan sekarang, setelah aku menemukan cerita sejenis di daftar e-book, aku jadi ingat akan buku ini. 


Semoga bisa ngoceh banyak setelah selesai membacanya. 

Continue reading Menyusun Mood

Selasa, 08 Februari 2022

He said : Toxic Pocitivity

"Kapan terakhir kali kamu ingin memaki dan menyalahkan orang lain?"

"Kenapa?"

"Kamu terlihat terlalu banyak berpikir akhir-akhir ini. Jujur, itu mengganggu." dia berjalan mendahului, salah satu tangan dimasukan kedalam saku celana panjangnya.

"Tahun lalu." aku mengejar langkahnya.

Hening. Hanya terdengar bising kendaraan khas lalu lintas. 

Aku enggan menoleh. Bahkan untuk sedetik saja aku tidak mau menoleh padanya. Dia terlalu pandai membaca perasaan. Dan lima menit terbuang dengan sia-sia sebelum akhirnya langkahku terhenti mengikuti langkahnya. 

"Haus." ujarnya seraya berbelok ke mini market pinggir jalan. 

Bodohnya aku hanya mengikuti tanpa bertanya.

"Semua punya waktunya masing-masing. Cepat atau lambat jika waktunya sudah tiba, yang datang akan datang dan yang pergi akan pergi." 

Aku masih mengikutinya yang kini berhenti di depan kulkas mini market. Lagi, tanpa suara.

"Kadaluarsa." gumamnya lalu meletakan minuman yang beberapa saat dirinya ambil. "Bahkan minuman yang tak bernyawa saja punya waktunya sendiri. Saat aku mengadukannya ke kasir, minuman itu akan segera disingkirkan. Di-sing-kir-kan."

"Iya aku tahu."

"Kamu tahu?" 180 derajat dia berbalik lurus menatapku dengan wajah hangat yang kini terasa sarkas.

"Aku tahu." jawabku pelan. Ada beberapa pilihan rasa, tapi aku memilih mengambil yang paling netral. Original. 

Kali ini aku mendahuluinya untuk membayar, lalu berjalan menuju kursi yang disediakan mini market. Entah kenapa aku merasa tersentil dengan pertanyaannya yang seakan sangsi dengan pernyataanku. Atau mungkin... aku hanya merasa, lagi-lagi dia seperti tahu segalanya.

"Kalau tahu, kenapa tidak coba untuk menyingkirkan? lupakan saja." 

Aku sampai tidak sadar kapan dirinya selesai membayar dan mengikuti untuk duduk.

"Rumit. Sekeras apapun aku berusaha melupakannya, tetap saja ingatan itu selalu muncul. Ditambah dengan pikiranku yang tidak hentinya mengkritik diri sendiri, berkata dengan seringnya bahwa aku bodoh dan salah. Kamu tahu, selama ini aku berusaha untuk membuat pikiranku sibuk dengan apapun itu. Aku mendengarkan musik, bermain dengan peliharaan, bahkan melakukan hal bodoh hanya agar membuat pikiranku sibuk. Dengan begitu semua terasa teralihkan."

Mata itu menatapku lagi. Kini, terasa lebih jauh. Membuatku segera mengalihkan atensi pada minuman yang masih penuh. Membuka kemasannya lalu menyesap sampai tersisa setengahnya.

"Aku tahu."

"Kalau sudah tahu untuk apa bertanya?" aku benci saat asumsinya tentangku benar.

"Karena kamu perlu cerita. Ya meskipun saat kamu menceritakannya kamu akan kembali mengingat kejadian itu, setidaknya kamu merasa ada yang mendengarkan."

"Sudahlah, kebanyakan orang hanya penasaran saja, bukan-"

"Aku peduli." 

Rasanya seperti ingin menangis, tapi tidak ada air mata yang keluar. Tergugu dalam hening dengan tangan yang sibuk mengepal keras. 

Dia mengambil alih minuman yang entah seberapa keras aku memegangnya. "Boleh aku bicara? bukan untuk membuatmu percaya. Hanya ingin mengutarakan pikiranku saja."

Laki-laki itu tidak kunjung berbicara, sehingga aku harus berat hati mengangguk dan mengijinkannya.

"Apapun yang mereka katakan dan lakukan padamu, semua itu hanya ada dicerita mereka, bukan dicerita semua orang. Mereka bisa saja mencacimu, menjatuhkan, menohok sisi sensitifmu tentang sesuatu harus dilakukan sesuai aturan yang sempurna, tentang pikiranmu yang mewajibkan rasa bersalah ada disetiap hal yang tidak sempurna, tapi mereka tidak bisa menghalangi pikiran orang lain tentangmu. Mereka tidak bisa mencari sekutu agar satu pendapat dengan mereka, karena mereka hidup di dunia yang sempit."

"Intinya, hanya karena kamu buruk di mata mereka, bukan artinya kamu buruk di mata orang lain. Banyak yang masih peduli padamu tanpa peduli siapa kamu, kamu bisa melakukan sesuatu yang berguna atau tidak, kinerjamu baik atau buruk, atau bahkan dirimu tahu atau tidak. Ini dunia, bukan ruangan kecil. Mereka yang berdiam diruangan kecil tentu saja punya pikiran sempit. Oh benar, bukannya kamu ingin memaki dan menyalahkan? lakukan saja sekarang dan berhenti jadi positif yang toxic!"

Aku terisak pelan mendengar kalimatnya yang terakhir. Merasa dia memang pantas tahu akan semuanya. "Aku hanya merasa tidak terima dengan perlakuan mereka dan kembali mempertanyakan pada diri sendiri apa masalahnya? mungkinkah aku yang salah sehingga mereka bertingkah seperti itu padaku?"

"Dengar. Semua orang melakukan kesalahan, tapi tidak semua orang punya rasa bersalah. Kalau kamu sudah merasa bersalah dan meminta maaf namun tidak mengubah semuanya, itu artinya mereka memang tidak pantas kamu pikirkan." setelah mengatakan itu tangannya tergerak membuka kemasan minumanku yang aku yakin sulit dibuka karena rusak.

"Mereka juga salah. Mereka yang berpikiran sempit. Siapa makhluk di muka bumi ini yang berhak untuk tidak memaafkan sesamanya? Tidak ada! dan meskipun ada, mereka bahkan tidak pantas untuk sekedar kamu pikirkan. Dengar, hanya kamu yang terlalu berlarut-larut."

"Aku rasa begitu. Aku sampai sulit tidur untuk beberapa bulan karena kejadian-kejadian itu terus saja bermain dipikiranku. Mungkinkah aku terlalu tidak menerima?"

"Kurasa begitu. Jadi kurasa, kamu hanya perlu jadi tidak peduli dan menerima." ia meraih tanganku dan memberikan minumanku yang sudah terbuka. 

Aku meminumnya enggan. Masih ingin tergugu tapi itu tidak sopan jika mengabaikan niat baiknya.

"Masih ingin memaki?" tanyanya dengan senyum jahil.

"Tidak lah. Aku bukan mereka." wajahnya yang tiba-tiba berubah membuatku tertawa kecil.

"Sedikit saja, aku ijinkan."

"Tidaaak."

"Ayolah. Perlu kuajari? aku sudah menyiapkannya dari tadi untuk mereka."

Mungkinkah dari tadi laki-laki itu menahan kesal untukku? boleh tidak aku merasa tersipu dan merasa asumsiku benar?

"SIALAN!" makiku.

"Aku?" tanyanya dengan wajah terkejut.

"Mereka."

"Oke lanjutkan." jawabnya seraya mengacungkan jempul dan tersenyum puas.

"Dasar orang jahat! semoga harimu senin semua! selalu kehabisan diskon seumur hidup! kudoakan tidak ada lahan parkir untuk kendaraan kalian kemana pun kalian pergi!"

"Wow... itu cukup kejam. Hahaha!"

"Hahaha! sepertinya aku akan tidur nyenyak malam ini."

Rasanya bebas dan lepas saat tahu ada yang mau mendukung dan mendengarkanku. Mungkin aku tidak jadi membenci semua asumsinya yang selalu benar, karena aku merasa dia memang orang yang tepat untuk mengetahui itu semua.



TAMAT.




Continue reading He said : Toxic Pocitivity

Jumat, 24 Desember 2021

4 Rekomendasi komik Webtoon untuk kamu yang mudah bosan

 Hello everyone! Assalamualaikum.

Kalian pernah tidak, tiba-tiba terpikirkan untuk membaca komik saat sedang bersantai? atau mungkin malah saat sedang mumet oleh rutinitas? Kalau aku pernah ada di dua kondisi itu. Namun karena keterbatasan jarak yang mengharuskan membeli komik ke toko buku, jadi aku memilih alternatif lain dengan meng-install aplikasi komik online bernama Webtoon.

Iya, Webtoon. Siapa sih yang tidak tahu Webtoon? Salah satu aplikasi penyedia komik online yang paling banyak digandrungi anak jaman sekarang. Selain karena penggunaannya yang simpel, komik yang disuguhkan juga tidak main-main. Mulai dari komik dari luar negeri sampai karya anak bangsa pun ada di sini. 

Nah readers, dipostingan kali ini aku punya rekomendasi komik yang dijamin tidak akan membuatmu mudah bosan lho! Yuk kita simak^^


1. Kosan 95

                           

Meski Kosan 95 dilabeli dengan genre drama, tapi sebenarnya selain drama, Kostan 95 juga punya rasa misteri karena alurnya yang sulit ditebak dan mengecoh. Tapi kamu tenang saja, kamu masih bisa menikmatinya dengan santai karena sang komikus selalu menambahkan bumbu komedi disetiap konflik.

Dibuka dengan cerita gadis bernama Rena yang hidup sebatang kara di kostan sederhana, yang pada suatu hari menemukan amplop kuning dibawah pintu kostannya. Bukan sekedar amplop iseng, amplop itu berisikan kartu debit yang berisi uang 50 juta rupiah lengkap dengan pinnya. Meski sempat tergoda karena jumlahnya yang bisa menutupi semua kebutuhannya, Rena tidak langsung begitu saja menerimanya. Alih-alih menarik uang, Rena justru melaporkan yang terjadi kepada polisi. 

Di kantor polisi, dirinya menerima telpon yang menyuruhnya untuk menggosok amplop itu dengan koin agar isi suratnya terlihat. Rena pun terkejut saat nama KOSAN 95 mulai terlihat dan suratnya menjelaskan bahwa Rena diundang untuk interview di perusahaan JY Group. Jika Rena bisa menerima semua ketentuan yang salah satunya untuk tinggal di Kosan 95, maka ia akan dipertemukan dengan kakak kandungnya.

Singkat cerita Rena pun menerima undangan itu dan tinggal di Kosan 95. Di sana ia dipertemukan dengan orang-orang yang ternyata orang terpilih untuk tinggal di Kosan 95 dengan mengemban misi rahasia masing-masing. Beberapa dari mereka adalah Faisal yang baik hati namun rumit, Dadang yang pemarah, Siska dan Fany yang selalu membuat lelaki bergidik ngeri, Budi yang kalem, nomor 9 yang misterius, dan masih ada yang lainnya. 

 

Anyway... gambarnya kak Didi itu keren sekali dan interaksi antar tokohnya bikin salut! pokoknys sangat memanjakan mata, hehe. Jadi gimana nih readers, sudah mulai tertarik untuk baca belum?


2. Flawless

Dari komik-komik yang aku baca di Webtoon, Flawless merupakan salah satu komik dengan komikus yang memiliki kemampuan riset cukup kuat. Bagaimana tidak, Flawless menceritakan tentang anak laki-laki tuna netra bernama Elios yang tidak sengaja bertemu dengan Sarah, gadis tomboy menyenangkan yang tangguh saat menghalau preman-preman yang mengganggu. Dan setelah pertemuan itu keduanya pun menjadi dekat satu sama lain karena ternyata Elios diam-diam menaruh perhatian pada Sarah dan sarah yang penasaran dengan Elios.

Dari premisnya memang sudah bisa ditebak kalau ini akan menjadi komik dengan kisah anak remaja yang hangat dan manis ya, readers. Tapi tidak sampai di sana saja kok, karena ada banyak teka-teki kompleks seperti : kisah hidup Elios yang asal-usulnya masih menjadi misteri, latar belakang panti asuhan dan anak-anak panti yang suram, serta kelumit cinta antara Elios, Sarah, Windy, dan teman-teman Elios lainnya yang akan ditemui saat kalian membaca Flawless.  Dan selain teka-teki kompleks, ada juga penjelasan tentang sudut pandang tuna netra yang belum umum diangkat, namun dijabarkan dengan detail di sini. Sehingga bisa membuat tidak sabar untuk menanti episode selanjutnya. 

Oh iya, Elios itu diluar ekpektasi sekali kalau menurutku. Amazing! hihihi 


3. Cursed Blessing

Setelah dari yang lucu-lucu sampai yang manis-manis, sekarang saatnya kita beralih ke komik yang sedikit berat ya, readers. 

Seperti judulnya, cerita dalam Cursed Blessing juga mengambil tema pemberkatan atau penyucian. Berawal dari gadis bernama Rieta yang diselamatkan oleh Grand Duke Axias saat akan dijadikan persembahan hidup-hidup, kini kerajaan Grand Duke Axias seakan memiliki pelindung suci. Rieta, seorang ibu yang terpaksa  kehilangan suami dan putri satu-satunya karena wabah membuat dirinya dianggap hina hingga dijadikan persembahan hidup-hidup. Karena hidup yang pedih dan nasib yang malang, Rieta seakan kehilangan emosinya. Hingga dirinya bertemu dengan raja yang terkenal bengis namun memiliki rakyat yang makmur, emosi Rieta perlahan muncul kembali. Terutama saat dia menyadari bahwa kemampuan memberi berkatnya yang langka dibutuhkan oleh kerajaan, serta tahu sifat asli Grand Duke Axias yang tidak seburuk rumor yang tersebar.

Sedangkan dari sudut pandang lain, meskipun memiliki wilayah dan rakyat yang makmur Grand Duke Axias juga menyimpan lukanya rapat-rapat. Tindakannya yang memenggal kepala adik tirinya untuk balas dendam di depan sang Ayah dan Ibu tirinya digadang-gadang adalah wujud nyata dari kutukan yang ditujukan pada sang Ayah. Sehingga hal itu membuat dirinya memutuskan untuk pergi dan membangun kerajaannya sendiri. 

Cursed Blessing bisa disebut sebagai komik yang banyak membicarakan tentang iblis, berkat, dewa, kerajaan, dan sisi gelap kepribadian. Namun meskipun begitu, sisi romantis dari Grand Duke Axias dan Rieta tak kalah menggemaskannya. Dengan Rieta yang polos dan baik hati serta Grand Duke Axias yang memiliki gengsi tinggi dan arogan. Selain sisi kelam dan romansa keduanya yang rapih, ada juga nih sisi unik yang membuatku terkagum-kagum dengan Cursed Blessing, salah satunya adalah fakta bahwa ternyata selir-selir Grand Duke Axias adalah prajurit-prajurit wanita yang dilatih Grand Duke Axias untuk melindungi dirinya dan kerajaan. Dan dengan karakter prajurit wanita yang beragam juga keahliannya masing-masing, Cursed Blessing ini layak untuk dibaca. Keren!



4. Spirit Finger

Selain Cursed Blessing, ini juga berasal dari negara tetangga, readers. Betul, dari Korea! 

Di sini adakah yang baru mulai baca komik dari Korea? kalau belum, Spirit Finger adalah komik pertama yang aku sarankan untuk kamu baca. Selain kisahnya yang inspirasi-able, ciri khas komikusnya juga kentara sekali. Gambarannya unik dan membuat enak dilihat. Aku sih sering bilang, kalau Spirit Finger punya rasa sentimentil namun tetap hangat. Karena setiap adegan yang digambar selalu berhasil menyentuh hati. Entah itu karena perasaan bahagia, sedih, lucu, maupun perjuangan seseorang dalam mencari jati diri. 

Dari awal baca saja, aku sudah tertawa karena disuguhkan oleh keluhan gadis yang tidak percaya diri dan membandingkan diri dengan yang lain. Aku bahkan masih ingat begitu seringnya aku tertawa saat membaca Spirit Finger, dan merasa kehilangan saat tahu Spirit Finger sudah tamat. Komikusnya paling bisa menyelipkan adegan-adegan kocak yang mengocok perut sih...

Menceritakan tentang gadis cupu yang tidak memiliki kepercayaan diri karena badannya yang tidak secantik gadis disekitarnya, namun memiliki daya khayal yang tinggi. Berawal dari Wooyeon yang tanpa sengaja diminta untuk menjadi model gambar oleh salah seorang anggota klub melukis, rasa ingin tahu Wooyeon pun mulai muncul. Dan hal itu berhasil menarik perhatian Wooyeon untuk ikut bergabung ke dalam klub melukis. Nah, di dalam klub inilah hidupnya berubah secara drastis. Dirinya menjadi lebih menerima diri sendiri, menemukan apa yang ingin dia lakukan, dan berjuang dalam jalan yang sudah ditentukan. Semua itu karena Wooyeon bertemu dengan berbagai orang seni yang unik namun apa adanya. Yang mampu membuat Wooyeon mengenali apa yang ingin dirinya diraih.

Nah readers, itu tadi 4 komik Webtoon untuk kamu yang mudah bosan. Sebenarnya masih banyak lagi komik Webtoon yang ingin aku rekomendasikan pada kalian, tapi mari jadikan ini sebagai pertemuan yang berlanjut di postinganku berikutnya tentang dunia komik. 

Oh iya, kalau kalian punya rekomendasi komik yang seru, tulis di bawah ya! See uuuu~


Continue reading 4 Rekomendasi komik Webtoon untuk kamu yang mudah bosan

Minggu, 25 Juli 2021

Hanasui Mattedorable Lipcream (Boba Edition) || Katanya sih bagus... benarkah?



 Hai Readers! Senang sekali bisa nulis blog lagi, yeay! >w</

Oh iya, kalian apa kabar? sudah dengar kabar baru belum? Karena kalau belum, aku kembali dengan membawa kabar baru.

Kali ini tentang kosmetik. Kalian pasti tidak asing kan dengan kata benda itu, terutama kaum hawa nih. Jadi ceritanya beberapa waktu yang lalu sepupuku cerita kalau dia nemu lip cream bagus banget. Dan aku yang notabene cinta banget sama lipcream langsung pasang telinga. Nah saat itulah aku mengenal salah satu merek kosmetik lokal, Hanasui.

Kabarnya Hanasui mengeluarkan edition lipcream baru yang terinspirasi dari salah satu minuman kekinian yang kita kenal dengan sebutan boba. Iya... kalian tidak salah baca kok, ini beneran boba yang minuman itu! variannya pun beragam : 01. Fores Berry, 02.Brown Sugar, dan 03. Salted Caramel.

Dari namanya saja aku sudah bisa membayangkan bagaimana harumnya, hihi. Kreatif banget ya Hanasui?

Selain nama yang unik, warnanya juga tidak kalah unik dan menarik. Ciri khas warna nude gitu. Tapi yang membedakan warna nude lip cream ini dengan yang pernah aku coba adalah warnanya yang coverage tapi tidak memberi kesan menor sama sekali. Walaupun warnanya sedikit gelap, khususnya yang Brown Sugar, tapi tetap cocok untuk yang punya warna bibir sedikit gelap seperti aku. Kesannya tidak menambah warna, tapi mempertegas dengan warna yang pas. Cocok untuk dipakai sehari-hari atau menghadiri acara yang santai. 

Oh Hanasuuui... andai kamu mengeluarkan series ini lebih awal, sepertinya aku akan selalu pakai ini saat pergi ke kampus dan main. // hhftt...

Laluuu poin lain yang membuat lip cream ini unggul adalah teksturnya yang ringan dan awet alias tidak gampang pudar, readers. Aku sudah coba pakai saat siang dan tidak menghapusnya sampai malam, yang tentu saja selama itu aku makan dan minum seperti biasa. Bahkan aku sampai rela makan yang berminyak dan sedikit berat untuk menguji ketahanan Hanasui Mattedorable Lipcream (Boba Edition) ini. Dan hasilnya memuaskan sekaliiii... kurang lebih mirip dengan lip matte Maybelline yang aku punya. 

Kalau mengingat Hanasui Mattedorable Lipcream (Boba Edition)  ini hampir setara dengan Maybelline aku langsung down, mengingat harganya yang sangat jauh perbandingannya. Lip cream Hanasui ini dibanderol dengan harga kisaran 18.000 - 25.000 rupiah saja. Tapi meskipun begitu, kemasan atau fisik yang kalian dapat dengan harga segitu tidak main-main, lho. 

Materialnya bagus dan sedikit berat. Jadi meskipun murah tapi bahannya tidak murahan, apalagi ditambah desainnya yang imut parah! Bawaannya ingin terus pakai lip cream, hahaha!

Nah, sebagai penutup aku akan memberikan tampilan dari lip cream Hanasui boba series ini.

Tampak depan 

                               
Ini tampilan bawahnya


Penampilan dalamnya


Ini warna yang Brown Sugar (CANTIK BANGET!)


Jadiiii.. gimana, tertarik untuk beli? atau jangan-jangan sudah coba? tulis dikolom komentar, ya! 
Sampai ketemu di postingan selanjutnya~


Continue reading Hanasui Mattedorable Lipcream (Boba Edition) || Katanya sih bagus... benarkah?

Jumat, 02 Juli 2021

I want to be hones with myself

Sesuatu seperti : "Jangan tunjukkan kekesalan atau kamu akan kehilangan teman." adalah hal yang paling aku benci seumur hidup sekaligus hal yang membuatku ingin menemukan orang yang : saat bersamanya aku sangat transparan. 

Aku ingin mengubah dari : kesal, diam, lalu bercanda lagi.

Menjadi : kesal, diam, merajuk.

Aku tidak ingin menjadi orang yang seakan semuanya baik-baik saja, tidak ingin menjadi orang yang mengalah demi terjalinnya kembali komunikasi, lalu melupakannya. Aku tidak ingin, setidaknya : lagi.

Katakanlah aku egois -meski sebenarnya aku tidak terima disebut begitu karena selama ini aku yang selalu mengalah.- karena ingin mendengar kata maaf dari orang lain, karena ingin dibujuk, karena ingin diajak bicara saat marah. 

Well, terkadang aku selalu beranggapan kalau tidak apa-apa jika hanya aku yang mengalah, jika hanya aku yang peduli. 

Tapi seringnya, saat melakukan itu aku merasa tidak menjadi diri sendiri. 

Jujur saja aku adalah orang yang gampang sekali kesal, bosan, cerewet, ingin didengar, dan yang terpenting adalah ingin diperlakukan baik oleh orang sebagaimana aku melakukan sesuatu untuk mereka. Atau paling tidak, aku tidak ingin diperlakukan buruk karena aku pun tidak melakukannya pada orang lain.

Tapi bukan itu yang menjadi masalah, karena masalah justru datang dari status orang yang melakukan semua itu padaku. Pikiran seperti : kenapa dia tidak peduli padaku padahal aku peduli padanya, kenapa dia tidak memberitahu apapun padaku padahal aku selalu memberi tahu banyak hal padanya, kenapa dia tidak perhatian padaku padahal aku perhatian padanya. 

Yah, semacam itu yang selalu menjadi topik utama dalam perdebatan batin.

Continue reading I want to be hones with myself

Minggu, 06 Juni 2021

[Menuju Tuntas] Pride and Prejudice bab 6 || 'dia' tidak mengenal 'kamu' sedalam yang temanmu bisa.

Hai, assalamualaikum. Sehat-sehat semua ya!

Jadi oh jadi... hari ini aku mau membahas novel hostorical romance yang baru aku baca sebagian. Ya, seharusnya sih dari label yang aku terapkan ke postingan ini kalian sudah tahu apa yang akan aku lakukan di sini. Betul, biasanya sebelum tuntas satu novel aku selalu butuh wadah untuk mengoceh. Dan ya, kali ini aku akan mengoceh panjang kali lebar tentang bab enam di novel Pride and Prejudice. Bukan spoiler kok, tenang saja~



Oke, di atas adalah dua halaman pertama di bab enam yang membuatku setuju sampai mengangguk-angguk saat membacanya. Isinya sederhana, hanya tentang Eliza dan Chalotte yang tengah berbincang tentang Jane dan Mr. Bingley. Kurang lebih isinya seperti ini :

    "Mungkin akan melegakan," jawab Charlotte, "kalau kita bisa menunjukkan perasaan kita di depan umum. Kadang-kadang, menyembunyikan perasaan juga bisa merugikan. Jika seorang wanita menutupi rasa sukanya kepada seseorang, dia mungkin akan kehilangan kesempatan untuk mendapatkannya, dan dia salah jika beranggapan dunia tidak tahu apa-apa. Ada begitu banyak yang patut disyukuri ataupun dipamerkan disetiap hubungan, dan tidak selayaknya kita diam saja. Kita semua bisa memulainya dengan bebas- menunjukkan sedikit ketertarikan adalah hal yang cukup wajar, tapi hanya ada segelintir wanita yang jatuh cinta tanpa dorongan. Dalam sembilan dalam sepuluh kasus, seorang wanita sebaiknya menunjukkan lebih banyak ketertarikan daripada yang sesungguhnya dirasakannya. Tidak diragukan lagi, Bingley menyukai kakakmu, tapi dia mungkin tidak akan merasa lebih dari sekedar suka jika Jane tidak menolongnya."
    "Tapi Jane sudah menolongnya, sejauh yang bisa dilakukannya. Kalau aku saja bisa melihat rasa suka Jane kepadanya, Mr. Bingley pasti betul-betul tolol bila tidak menyadarinya."
    "Ingatlah, Eliza, bahwa dia tidak mengenal Jane sedalam dirimu."
    "Tapi, jika seseorang menyukai seorang pria, pria itu seharusnya tahu."

Kalian merasa tidak, sih, pendapat Charlotte itu meskipun terlihat 'benar' tapi hanya memiliki satu sudut pandang saja? seakan-akan pendapatnya hanya berlaku untuk seseorang yang sudah tahu nasib asmaranya terbalas dengan mulus tapi pihak perempuan masih malu-malu dan tidak bisa membaca keadaan. Dan tentu saja itu membuat orang lain gemas.Sedangkan untuk perempuan- yang pada dasarnya diberi firasat lebih ketimbang laki-laki- lain yang sudah tahu perasaannya tidak terbalas pasti paling banyak merasa menyembunyikan perasaan adalah hal yang tepat.

// Ya jelas lah ki... kan yang dibahas Jane, bukan kamu! //

Oke oke kembali ke pembahasan. Jadi, singkatnya aku mau titip pesan untuk kalian yang punya jiwa impulsif, sebaiknya baca kondisi kalian baik-baik lebih dulu sebelum mengikuti saran Charlotte. Haha.

Dan dari percakapan di atas, aku bisa menyimpulkan bahwa Charlotte sedang berusaha membuat Eliza- atau mungkin kita juga, tahu bahwa tidak semuanya bisa dijawab dengan teori. Tahu kan ya, perasaan itu salah satu pembahasan yang tidak akan punya batas pembahasan kalau dijelaskan oleh teori. Dan satu-satunya kalimat yang bisa dicerna logika hanya di kalimat saat menjelaskan bahwa 'dia' tidak mengenal 'kamu' sedalam yang temanmu bisa.

Ah, aku teringat perkataan teman laki-lakiku yang pernah bilang, "Perempuan itu ribet. Selalu menyalahkan laki-laki saat tidak bisa mengerti apa yang sedang dirasakan perempuan. Kami bukan dukun lho, ya." haha aku jadi geli sendiri saat ingat perkataannya. Iya juga sih, eh?

Jadi bisa dibilang, dua halaman pertama bab enam ini can relate sekali ya. Seakan-akan Jane Austen sudah bisa meramalkan kegelisahan kaum laki-laki jaman sekarang dari jamannya duluuuu. Haha! tapi kenapa pendapat Charlotte sampai sekarang masih jarang terwujud? Hem, mungkin karen seringnya perempuan akan lebih senang memendam selagi menunggu yang diharapkannya mengambil keputusan. 


Nah, jadi gimana menurut kalian? ada yang sudah merealisasikan pendapat Charlotte belum? hihihi tulis pendapat kalian di komentar juga ya!
Continue reading [Menuju Tuntas] Pride and Prejudice bab 6 || 'dia' tidak mengenal 'kamu' sedalam yang temanmu bisa.