Senin, 05 April 2021

Exam? OH NO!

Happy Tuesday! Guys, I really want to tell you about my problem. Hfft...

I really like reading novels, it makes me feel very happy and not busy. But now I have to do something even more important. It made me unable to read like I used to. I just finished my exam on campus. Trust me, it will make you like riding a roller coaster. Verry dizzy!

Sometimes I miss writing on my blog, I miss too reading my novel, but time doesn't allow for that. Maybe for several months, I will postpone writing on my blog. Sorry...

Continue reading Exam? OH NO!

Minggu, 28 Maret 2021

Konsep Profesi dan Etika Profesi

Rizki Fauziah (12183163) 

Postingan ini didedikasikan untuk mata kuliah Etika Profesi Teknologi Informasi dan Komunikasi.


Profesi adalah suatu pekerjaan yang mengharuskan pelakunya memiliki pengetahuan tertentu yang diperoleh melalui pendidikan formal dan keterampilan tertentu yang didapat melalui pengalaman bekerja pada orang lain yang terlebih dahulu menguasai ketrampilan tersebut, dan terus memperbaharui ketrampilannya sesuai dengan perkembangan teknologi.

Nilai moral profesi menurut Frans Magnis Suseno (1975) :

1. Berani berbuat untuk memenuhi tuntutan profesi.

2. Menyadari kewajiban yang harus dipenuhi selama menjalankan profesi.

3. Idealisme sebagai perwujudan makna misi organisasi profesi.

Secara umum ada beberapa ciri atau sifat yang selalu melekat pada profesi, yaitu :

1. Adanya pengetahuan khusus, yang biasanya keahlian dan ketrampilan ini dimiliki 
berkat pendidikan, pelatihan dan pengalaman yang bertahun-tahun.

2. Adanya kaidah dan standar moral yang sangat tinggi. Hal ini biasanya setiap pelaku profesi mendasarkan kegiatannya pada kode etik profesi.

3. Mengabdi pada kepentingan masyarakat, artinya setiap pelaksana profesi harus meletakkan kepentingan pribadi dibawah kepentingan masyarakat.

4. Adanya izin khusus untuk menjalankan suatu profesi. Setiap profesi akan selalu berkaitan dengan kepentingan masyarakat, dimana nilai-nilai kemanusian berupa keselamatan, keamanan, kelangsungan hidup dan sebagainya, maka untuk menjalankan suatu profesi harus terlebih dahulu ada izin khusus.

5. Kaum profesional biasanya menjadi anggota dari suatu profesi.

Sedangkan menurut UU No.8 (Pokok-pokok kepegawaian), Kode Etik Profesi adalah pedoman sikap, tingkah laku dan perbuatan dalam melaksanakan tugas dan dalam kehidupan sehari-hari. Menurut Martin (1993), etika didefinisikan sebagai “the discipline which can act as the performance index or reference for our control system”. Dengan demikian, etika akan memberikan semacam batasan maupun standar yang akan mengatur pergaulan manusia di dalam kelompok sosialnya. 

Sebagai suatu subyek, Etika akan berkaiatan dengan konsep yang dimiliki oleh individu ataupun kelompok untuk menilai apakah tindakan-tindakan yang telah dikerjakan itu salah atau benar, buruk atau baik.

Prinsip-prinsip dasar didalam Etika Profesi :

a. Prinsip Standar Teknis
Setiap anggota profesi harus melaksanakan jasa profesionalnya yang relevan dengan bidang profesinya.

b. Prinsip Kompetensi
Setiap anggota profesi harus melaksanakan pekerjaan sesuai jasa profesionalnya dengan kehati-hatian, kompetensi dan ketekunan.

c. Prinsip Tanggung Jawab Profesi
Dalam melaksanakan tanggung jawabnya, setiap anggota harus menggunakan pertimbangan moral dan profesional.

d. Prinsip Kepentingan Publik.
Setiap anggota berkewajiban senantiasa bertindak dalam kerangka pelayanan kepada publik, menghormati kepercayaan publik.

e. Prinsip Integritas.
Harus menjungjung tinggi nilai tanggung jawab profesional dengan integritas setinggi mungkin.

f. Prinsip Obyektifitas.
Harus menjaga obyektifitas dan bebas dari benturan kepentingan dalam pemenuhan kewajibannya.

g. Prinsip Kerahasiaan.
Harus menghormati kerahasiaan informasi yang diperoleh.

h. Prinsip Prilaku Profesional.
Harus berprilaku konsisten dengan reputasi profesi yang baik dan menjauhi tindakan yang dapat mendeskreditkan profesinya.

Profesional adalah pekerja yang menjalankan profesi. Dalam menjalankan tugas profesi, para profesional harus bertindak objektif, artinya bebas dari rasa malu, sentimen, benci, sikap malas dan enggan bertindak. Dengan demikian seorang profesional harus memiliki profesi tertentu yang diperoleh melalui sebuah proses pendidikan maupun pelatihan yang khusus, dan disamping itu pula ada unsur semangat pengabdian (panggilanprofesi) didalam melaksanakan suatu kegiatan kerja. Hal ini perlu ditekankan benar untukmembedakannya dengan kerja biasa (occupation) yang semata bertujuan untuk mencari nafkah dan/atau kekayaan materil-duniawi.

Kelompok Profesional merupakan kelompok yang berkeahlian dan berkemahiran, yang diperoleh melalui proses pendidikan dan pelatihan yang berkwalitas dan berstandar tinggi, yang dalam menerapkan semua keahlian dan kemahirannya yang tinggi itu hanya dapat dikontrol dan dinilai dari dalam oleh rekan sejawat, sesama prefesi sendiri.


Tiga watak kerja seorang profesional :

1. Kerja seorang profesional itu beritikad untuk merealisasikan kebajikan demi tegaknya kehormatan profesi yang digeluti, dan oleh karenanya tidak terlalu mementingkan atau mengharapkan imbalan upah materil.

2. Kerja seorang profesional itu harus dilandasi oleh kemahiran teknis yang berkualitas
tinggi yang dicapai melalui proses pendidikan dan/atau pelatihan yang panjang,
ekslusif dan berat.


3. Kerja seorang profesional, diukur dengan kualitas teknis dan kualitas moral, harus menundukkan diri pada sebuah mekanisme kontrol berupa kode etik yang dikembangkan dan disepakati bersama didalam sebuah organisasi profesi.

Continue reading Konsep Profesi dan Etika Profesi

Konsep Etika, Moral, dan Norma.

Rizki Fauziah (12183163) 

 Postingan ini didedikasikan untuk mata kuliah Etika Profesi Teknologi Informasi dan Komunikasi.


Berbicara tentang etika, pasti hampir semua orang pernah mendengar kata itu. Biasanya etika juga disebut sebagai moral, norma, dan etiket. Baik di dalam keluarga maupun di masyarakat. Etika sering disebut menjadi hal penting dalam keluarga maupun kehidupan bermasyarakat. Jadi, apa sebenarnya etika itu?

Etika adalah sebuah cabang filsafat yang membicarakan nilai dan norma, moral yang menentukan perilaku manusia dalam hidup. Berdasarkan Nilai dan Norma yang terkandung didalamnya, Etika dikelompokkan menjadi Etika Deskriptif  dan Etika Normatif.

Adapun Profesor Salomon dalam Wahyono berpendapat (2006:3), Etika dikelompokkan dalam dua definisi, yaitu etika merupakan karakter individu dan etika merupakan hukum sosial. 

Secara umum etika terbagi menjadi dua bagian besar yaitu, Etika Umum dan Etika Khusus. Yaitu Etika Umum tentang kondisi dasar dan umum bagaimana manusia harus bertindak secara etis. Dan Etika Khusus yang isinya mengenai penerapan prinsip-prinsip moral dasar dalam bidang kehidupan khusus.

Untuk Etika Umum pun dibagi menjadi dua kelompok ; Etika Individual yang menyangkut hubungan individu dengan dirinya sendiri. Dan Etika Sosial yang menyangkut hubungan individu dengan lingkup kehidupannya.

Kewajiban manusia terhadap diri sendiri dan sebagai anggota umat manusia sangatlah berkaitan dan tidak bisa terpisahkan. Itu karena semua menyangkut hubungan manusia dengan manusia baik secara langsung maupun secara kelembagaan (keluarga, masyarakat, negara), sikap kritis terhadap pandangan-pandangana dunia dan idiologi-idiologi maupun tanggung jawab umat manusia terhadap lingkungan hidup.

Saking luasnya, etika sosial terbagi menjadi beberapa bagian, yaitu : Sikap terhadap sesama, Etika keluarga, Etika profesi, Etika politik, Etika lingkungan, dan Etika idiologi.

Selain etika, ada juga moral. Secara etimologis, Moral sama dengan Etika yaitu nilai dan norma yang menjadi pegangan seseorang. Menurut Lowrence Konhberg dalam Wahyono (2006:6) Keenam tahapan

perkembangan moral dikelompokkan ke dalam tiga tingkatan: pra-konvensional, konvensional, dan pasca-konvensional.

Tingkat 1 : Pra-Konvensional (Pada umumnya ada pada anak-anak, walaupun orang dewasa juga dapat menunjukkan penalaran dalam tahap ini. Seseorang yang berada dalam tingkat pra-konvensional menilai moralitas dari suatu tindakan berdasarkan konsekuensinya langsung.

        1. Orientasi kepatuhan dan hukuman
        2. Orientasi minat pribadi 
( Apa untungnya buat saya?)

Tingkat 2 : Konvensional (umumnya ada pada seorang remaja atau orang dewasa. Orang
di tahapan ini menilai moralitas dari suatu tindakan dengan membandingkannya dengan pandangan dan harapan masyarakat.) Tingkat konvensional terdiri dari tahap ketiga dan keempat dalam perkembangan moral.

        3. Orientasi keserasian interpersonal dan konformitas ( Sikap anak baik)
        4. Orientasi otoritas dan pemeliharaan aturan sosial (
Moralitas hukum dan aturan

Tingkat 3 : Pasca-Konvensional (tingkat berprinsip, terdiri dari tahap lima dan enam dari perkembangan moral. Kenyataan bahwa individu-individu adalah entitas yang terpisah dari masyarakat kini menjadi semakin jelas. Perspektif seseorang harus dilihat sebelum perspektif masyarakat.)

        5. Orientasi kontrak sosial
        6. Prinsip etika universal (
Principled conscience)

Selain etika dan moral, kini bagian norma. Menurut Sony Keraf (1991), ada dua macam norma :

        1. Norma Umum (Norma yang memiliki sifat universal, terbagi menjadi tiga : Norma Sopan Santun, Norma Hukum, dan Norma Moral. )

        2. Norma Khusus (Aturan yang berlaku dalam bidang kegiatan atau kehidupan khusus misalnya aturan yang berlaku dalam bidang pendidikan, keolahragaan, bidang ekonomi dansebagainya. Norma ini hanya berlaku pada lingkup bidangnya dan tidak berlaku jika memasuki bidang lainnya.)

Sanksi yang timbul atas pelanggaran Etika :

        1. Sanksi Sosial (Berupa teguran dari masyarakat, pengucilan dari masyarakat)
        2. Sanksi Hukum (Hukum pidana dan hukum perdata.)




Continue reading Konsep Etika, Moral, dan Norma.

Senin, 22 Maret 2021

Mencoba agar mengalah

 Dalam mencari pasangan, memang tidak ada yang benar-benar cocok. Dilihat dari segi mana pun, akan memiliki perbedaannya masing-masing. Dalam mencari pasangan bukan hanya sekedar, aku mencarimu dan aku bertemu denganmu. Menurutku, saat seseorang sudah memutuskan untuk mencari atau dicarikan pasangan, saat itu juga diri sendiri harus melatih sesuatu yang disebut mengalah.

Mengalah untuk menurunkan ego jika memang yang ditemui tidak langsung satu frekuensi. 

Mengalah saat kebiasaan yang tidak ingin diganggu tiba-tiba harus diubah menjadi teman bicara yang siaga.

Mengalah untuk memberi apa yang sekiranya akan disenangi saja.

Mengalah untuk meredam ego dengan diam-diam mencari tahu.

Mengalah untuk mencoba menerima setiap perbedaan.

Mengalah untuk tidak membalas sesuatu yang membuat kecewa.

Hingga yang paling penting adalah mengalah dengan menerima keadaan. 

Iya, keadaan. 

Orang yang selalu mengamati sikap lawan bicaranya, mau pun orang yang bahkan sudah banyak bertemu dengan orang dalam hidupnya, pasti sudah biasa dengan keadaan 'kecewa dengan seseorang'. Tapi ada yang masih sedikit sulit untuk diterima, yaitu 'menerima keadaan'.

Kenapa alurnya selalu seperti ini?

Kenapa siklus yang berulang seperti ini?

Sampai... Kenapa harus menerima keadaan ini?

Lalu memilih untuk melepas dan tidak mempedulikan lagi.

Lucunya, semua terjadi bukan karena mencari. Tapi justru karena klaim 'dicari' yang melekat. Saat dicari lantas ditemukan, saat itu keadaan baru akan tercipta. Sayangnya, saat tidak berhasil, itu membuat lagi-lagi peran 'mengalah' dibutuhkan.

Meski begitu solusinya hanya ada dua ; tarik nafas lalu hembuskan, dan percaya bahwa ada manusia yang telah ditetapkan takdirnya hanya untuk singgah dengan membawa tugas dari Yang Maha Kuasa, yang isi tugasnya adalah 'datang hanya untuk mengajarkan sesuatu'.

Continue reading Mencoba agar mengalah

Selasa, 02 Februari 2021

,

[Menuju Tuntas] Nonton 1/22 Anime Hyouka.


 

Sedikit cerita sebelum nonton anime Hyouka. 

Tadi pagi, aku yang dari dulu pengikut sejati Facebook berkunjung ke salah satu fanpage anime di sana. awalnya untuk lihat-lihat movie terbaru. Ketemu, aku pun langsung menuju Youtube untuk lihat cuplikan-cuplikannya. Sampai tidak terasa aku sudah mencapai akhir pencarian, dan kebetulan menemukan thumbnail anime Hyouka episode 1.

Aku tahu Hyouka sudah lama sebenarnya. Awalnya karena lihat pengumuman Penerbit Spring tentang mereka yang mau menerbitkan novel Hyouka. Singkat cerita, aku cari tahu dan mendapatkan informasi kalau animenya juga ada. Dan sampai tadi pagi aku baru memutuskan untuk mencoba nonton anime Hyouka.

Sebelumnya aku mau disclaimer dulu kalau ini bukan segmen review, melainkan ocehanku akan suatu hal. Mungkin bersifat spoiler, jadi yang tidak suka bisa pilih opsi 'back' sekarang juga.

Ternyata anime Hyouka tidak terlalu membuatku antusias, meleset dari dugaanku. Apa karena baru nonton episode pertama ya? 

Tapi aku suka dengan karakter Oreki yang sebisa mungkin menyimpan energi dan Chitanda yang selalu antusias dan penasaran. Ini mengingatkan aku dengan seseorang sebenarnya. Ah sudahlah...

Bisa dibilang aku terlalu naruh harapan di awal episode, karena embel-embel misteri dan slogan : Cinta terhalang genre yang menyebar di sepanjang beranda FB-ku. Tapi memang tidak salah, anime Hyouka menyuguhkan misteri yang berbeda-beda di setiap segmennya, tapi misterinya bukan yang besar. Hanya kejadian kecil yang dicari celah misterinya, seperti : Siapa yang kunci pintu ruangan klub sastra klasik?

Meski misterinya gak terlalu ngigit apalagi sampai harus menunggu episode selanjutnya untuk dituntaskan, aku puas sekali dengan karakternya yang bisa bikin geleng-geleng. Si pintar yang malas. Hanya karena malas mengungkap misteri hantu di ruang seni (baca : ruang seninya jauh dari kelas) dia sampai harus menciptakan misteri baru yang dekat pintu keluar sekolah. Kenapa? karena dia tahu Chitanda akan penasaran dan memintanya untuk mencari tahu bersama. Dan kalau misterinya dekat dengan pintu keluar, Oreki bisa langsung pulang saat itu juga.

Segitu dulu, dah. 


Continue reading [Menuju Tuntas] Nonton 1/22 Anime Hyouka.

Minggu, 31 Januari 2021

,

[Review Drama] : A Love So Beautiful (2017) || Romance Comedy



Judul      : A Love So Beautiful
Episode : 23
Genre    : Romance, Comedy, Friendship, Highschool.
Durasi   : 45 menit/episode
Tayang  : 9 November 2017
Negara  : China
Info         : Merupakan adaptasi dari novel To : Our Pure Little Beauty karya Zhao Gan Gan dan sudah tersedia versi Koreanya.



Sinopsis


 Drama China A Love So Beautiful adalah drama remaja yang menceritakan tentang Chen Xiao Xi (Shen Yue) yang menyukai teman dari kecilnya Jiang Chen (Hu Yitian). Chen Xiao Xi memiliki karakter ceria dan pantang menyerah, serta memiliki wajah yang imut dan selalu optimis untuk menyatakan cintanya pada Jiang Chen. Namun, Jiang Chen yang memiliki karakter dingin dan cuek, tapi diam-diam berhati lembut dan perhatian menolak mentah-mentah Chen Xiao Xi karena tidak menyukai gadis seperti Chen Xiao Xi, yang ceroboh dan selalu mengikutinya kemana pun Jiang Chen pergi.

A Love So Beautiful : Jiang Chen menemui Chen Xiao Xi

 Mengetahui itu, Chen Xiao Xi akhirnya memutuskan untuk selalu berusaha terlihat baik dan pintar di hadapan Jiang Chen agar keberadaannya diakui. Tapi bukannya berhasil, hal itu justru membuat dirinya tampak konyol di hadapan Jiang Chen. Banyak kejadian-kejadian lucu dan menggemaskan yang terjadi di sekolah maupun di rumah keduanya. Dan hal itu lah yang membuat Jiang Chen menyadari bahwa harinya yang berwarna selama ini adalah karena kehadiran Chen Xiao Xi. 

A Love So Beautiful : poster

A Love So Beautiful : poster


Review


Sebenarnya aku sudah beberapa kali skip drama ini karena kukira tidak akan seru. Tapiii setelah nonton dan menyelesaikan drama A Love So Beautiful, aku justru menonton ulang A Love So Beautiful sampai empat kali! ah emang China selalu bisa menyentuh dengan tema love story begini.


A Love So Beautiful : saat Chen Xiao Xi meluncurkan komik pertamanya

Bisa dibilang, drama A Love So Beautiful  punya dua sudut pandang. Meski tidak sepenuhnya dua sudut pandang, karena kita hanya melihat sudut pandang Jiang Chen di akhir-akhir episode dan untuk yang full-nya ada di episode terakhir, tapi tetap saja sudut pandang Jiang Chen diperlihatkan. Dan emang ini tuh yang bikin geregednya. Jadi, di awal sampai pertengahan maupun menuju akhir drama, aku selalu dibuat penasaran dan senyum-senyum sendiri dengan tingkah Chen Xiao Xi yang konyol dan Jiang Chen yang sebenarnya memperhatikan tapi gengsi.

A Love So Beautiful : saat Chen Xiao Xi jatuh

Belum lagi tingkah Shen Yue dan Hu Yitian yang membawakan peran Chen Xiao Xi dan Jiang Chen  yang benar-benar alami, sampai-sampai aku tidak mengira kalau sebenarnya usia mereka bukan usia anak SMA lagi. Antara awet muda dan menghayati peran. Oh iya, drama dengan tema seperti ini memang sudah banyak sekali diangkat, dan mungkin sebagian orang juga sudah bisa menebak endingnya.

Tapi tahukah kalian, drama A Love So Beautiful punya sesuatu yang unggul dibanding drama-drama dengan tema seperti ini yang sudah ku tonton. Persahabatan dan kisah sehari-hari yang diangkat itu 'can relate' sekali dan tidak mengada-ada. Uniknya, aku seperti sedang menonton kisah nyata yang mana kejadiannya benar-benar ada. Apalagi kesehariannya di sekolah, mereka kocak SEKALI!!! haahaha...

A Love So Beautiful : saat perlombaan sekolah

A Love So Beautiful : saat pulang bersama

Karakter lain di drama A Love So Beautiful pun tidak hanya sekedar nebeng, kawan. Mereka juga punya kisahnya masing-masing sehingga tidak hanya peran utama saja yang kita tahu seluk beluk kisahnya. Diantaranya adalah Wu Bo Song, yaitu murid pindahan yang memiliki prestasi di dunia olahraga renang. Wu Bo Song (Gao Zhi) ini diam-diam menyukai Chen Xiao Xi dan selalu memanggilnya dengan sebutan bos. 

Lalu ada Lin Jing Xiao (Wang Ziwei) yang ternyata satu fans club dengan Chen Xiao Xi sehingga keduanya jadi sangat dekat. Dan yang terakhir Lu Yang (Sun Ning), bisa dibilang Lu Yang adalah Chen Xiao XI versi cowoknya. Jadi tidak aneh kalau Chen Xao Xi dan Lu Yang selalu membuat hal ceroboh dan konyol, mereka juga selalu bertengkar kecil setiap ada kesempatan. Lu Yang ini menyukai Lin Jing, tapi sayang saat itu Lin Jing menyukai dokter UKS sekolah.


A Love So Beautiful : Lu Yang memperhatikan Lin Jing Xiao

A Love So Beautiful : poster

A Love So Beautiful : poster

Dan itulah kenapa karakter yang sama-sama menyenangkan di A Love So Beautiful jadi nilai tambah untuk drama A Love So Beautiful ini. Semua karakternya melekat sekali. Selain itu, second lead yang biasanya muncul tidak terlalu awal dan butuh beberapa konflik pun, di drama A Love So Beautiful ini justru sudah dikenalkan dari awal. Dan kalian tahu? aku sampai ragu untuk melanjutkan drama A Love So Beautiful  karena tidak tega dengan Wu Bo Song. TwT 


A Love So Beautiful : Wu Bo Song dan Chen Xiao Xi

A Love So Beautiful : Wu Bo Song mengajak Chen Xiao Xi pulang bersama

A Love So Beautiful : Wu Bo Song menolong Chen Xiao Xi agar tidak melihat Jiang Chen dengan yang lain

Bisa dibilang drama A Love So Beautiful selalu menampilkan konflik samar-samar tapi ngena. Apalagi kisah cinta mereka semua. Punya porsi dan rasa yang beda-beda tapi tetap ngigit. Seperti kisah cinta Lin Jing Xiao dan Lu Yang yang bisa banget bikin air mata banjir. Huaaa... Pengen peluk Lu Yang rasanya.


A Love So Beautiful : Lu yang dan Lin Jing Xiao masuk ke ruangan CCTV sekolah

A Love So Beautiful : Lu Yang momen

 Lin Jing Xiao yang punya karakter tomboy dan Lu Yang yang manis dan sedikit konyol bisa juga mencuri perhatian dengan masalahnya sendiri. Dan aku hanya ingin bilang kalau, disaat Lin Jing Xiao mulai menyadari perasaan Lu Yang di akhir, itu menyakitkan sekali! Pokoknya kalian harus nonton A Love So Beautiful sendiri agar bisa merasakan apa yang aku rasakan. 

A Love So Beautiful : poster

A Love So Beautiful : poster

Layaknya anak SMA pada umumnya yang masih spontan dalam bertindak, cara mereka dalam menanggapi masalah di sekolah, keluarga masing-masing, maupun masalah cinta, memang khas anak-anak di usia SMA sekali. Drama A Love So Beautiful adalah drama remaja yang ringan, tapi konflik cinta maupun kesehariannya cukup kompleks. 

Tidak hanya kisah cinta dan persahabatan, A Love So Beautiful juga banyak sekali memberikan nilai-nilai kehidupan di dalamnya. Contohnya saat mereka akan melanjutkan ke universitas pilihan masing-masing. Disaat memasuki dunia perkuliahan, semuanya dituntut bertanggung jawab dengan pilihannya sendiri. Sehingga acap kali untuk bertemu pun sudah jarang.

A Love So Beautiful : Chen Xiao Xi dan Jiang Chen pulang bersama


A Love So Beautiful : Lu Yang dan Lin Jing Xiao saat perang dingin

Dan itu yang terjadi dengan Chen Xiao Xi dan Jiang Chen. Keduanya harus merasakan yang namanya LDR. Jujur saat mereka harus menempuh bidang yang berbeda, dimana Jiang Chen mengambil jurusan kedokteran sedangkan Chen Xiao Xi jurusan seni, keduanya sering diterpa masalah yang mengancam hubungan keduanya. 

A Love So Beautiful : Chen Xiao Xi jadi pasien Jiang Chen

Chen Xiao Xi yang selalu merasa tak pantas bersanding dengan Jiang Chen karena gunjingan teman-teman Jiang Chen, dan Jiang Cheng yang sangat sulit mengatur waktu sehingga sulit untuk menemui Chen Xiao Xi. Komunikasi yang terbilang jarang serta kesibukan masing-masing membuat aku gemas sendiri. 

Pokoknya dimasa-sama mereka kuliah aku selalu dibuat tidak sabaran dengan tingkah mereka semua. Banyaknya masalah dan kesalahpahaman mungkin menjadi salah satu faktor. 

Tapi bukan cerita namanya kalau tidak ada ujung. Menuju ending, A Love So Beautiful banyak sekali memberi asupan gula pada penonton, seakan menebus rasa kesal di episode pertengahan. Apalagi kalau bukan keromantisan Chen Xiao Xi dan Jiang Chen yang menjadi gula. 

Berbeda dari sebelumnya saat mereka masih remaja, tingkat keromantisan mereka meningkat pesat saat mereka dewasa. Pokoknya tambah gemas! apalagi di beberapa adegan terdapat banyak hal baru yang aku dapat di A Love So Beautiful. Mereka menggemaskan sekaliiii... Ah, mengingatnya jadi ingin menonton ulang. 

A Love So Beautiful : Chen Xiao Xi dan Jiang Chen momen





Oh terakhir, jangan lupakan ost mereka yang sangat-sangat membuat nagih. Salah satunya berjudul  I like You So Much, You'll Know It yang sudah diterjemahkan dalam versi English oleh Ysabelle Cueves.

 

Daftar Pemain Utama A Love So Beautiful




Hu Yitian sebagai Jiang Chen




Shen Yue sebagai Chen Xiao Xi




Gao Zhi Teng sebagai Wu Bo Song




Sun Ning sebagai Lu Yang




Wang Ziwei sebagai Lin Jing Xiao



Continue reading [Review Drama] : A Love So Beautiful (2017) || Romance Comedy

Rabu, 27 Januari 2021

,

[Review Drama] : Dating in the Kitchen (我,喜欢你) || Food, Romance, and Comedy.


Judul     : Dating in The Kitchen
Episode : 24
Genre    : Food, Comedy, Romance
Durasi   : 45 menit/episode
Tayang  : 15 September 2020 - 29 September 2020
Negara  : Cina
Info        : Adaptasi dari novel I Finally Get You by Lan Bai Se


Sinopsis

Dating in The Kitchen menceritakan tentang koki cantik dan berbakat bernama Gu Shengnan yang setelah putus cinta, dirinya juga harus kehilangan pekerjaan karena sebuah kekacauan yang dibuatnya bersama teman sesama koki, di dapur hotel saat akan membuat menu andalannya. Setelah kejadian kacau di dapur, Lu Jin yang pada hari itu datang untuk mengakuisisi hotel menangkap basah Gu Shengnan yang tengah mengotori mobilnya dengan tepung. Keduanya pun terjerat perdebatan yang menyebabkan Gu Shengnan harus mengganti semua kerugian Lu Jin. 


Dating in The Kitchen : setelah mereka berdebat


Saat Lu Jin kembali ke hotel untuk melakukan kerja sama, Lu Jin pun disuguhi dengan banyak makanan mewah. Namun, Lu Jin yang memiliki selera tinggi dan pilih-pilih terhadap makanan membuat para koki frustasi karena Lu Jin selalu mengembalikan makanan, hanya karena makanan yang disuguhkan tidak memenuhi standar makanannya. Frustasi, teman Gu Shengnan pun akhirnya menyuguhkan  makanan yang sebelumnya dibuat oleh Gu Shengnan pada Lu Jin. Dan siapa sangka Lu Jin menghabiskannya tanpa sisa. Mengetahui Lu Jin menyukai masakan buatan Gu Shengnan, akhirnya sang manager pun meminta Gu Shengnan untuk kembali bekerja dan memberinya tugas khusus, yaitu memasakan makanan untuk Lu Jin.


Dating in The Kitchen : Gu Shengnan masak untuk Lu Jin


Keduanya yang tidak tahu akan keberadaan masing-masing pun akhirnya berkomunikasi lewat makanan. Namun sayang, setelah keduanya sudah saling mengetahui, Lu Jin pun kembali menagih hutang Gu Shengnan. Karena Gu Shengnan tidak mampu membayarnya, Lu Jin pun menawarinya kesepakatan yang berisi Gu Shengnan harus bersedia memasak untuk Lu Jin sampai hutangnya lunas. Dan saat itulah mereka menjadi semakin dekat dan perasaan cinta pun mulai tumbuh di hati keduanya.



Dating in The Kitchen : Lu Jin makan di rumah Gu Shengnan


Review

Akhirnya setelah makanan dan buku, aku pun mulai review tontonan yang aku tonton. Di review drama kali ini aku mulai dengan drama Cina yaitu Dating in The Kitchen. Sebenarnya selain Meteor Garden dan beberapa film legend, aku tidak pernah nonton segala jenis tontonan dari Cina. Hingga pada saat itu aku menemukan film This Is Not Was I Expected yang tidak sengaja aku lihat di Youtube saat sedang bosan.

Singkat cerita, aku tidak lagi mencari tontonan dari negeri Cina. Tapi setelah aku masuk semester satu kuliah, aku mengunduh aplikasi nonton yang dimana isinya dominan dengan drama Cina. Sampai detik ini, kurang lebih ada sepuluh drama yang aku tonton di sana dan salah satunya Dating in The Kitchen ini. 

Kenapa aku membahas film This Is Not Was I Expected di atas? karena film itu lah yang membuatku memutuskan untuk nonton drama Dating in The Kitchen ini. Kalau kalian belum tahu, drama Dating in The Kitchen adalah versi drama dari film This Is Not Was I Expected yang tayang pada tahun 2017 lalu. 


versi film


Awalnya aku mengira kalau tema cerita Dating in The Kitchen saja yang sama, premisnya saja yang sama, tapi ternyata saat menonton lebih jauh Dating in The Kitchen, memang kisah keduanya sama, hanya beda versi. Karena waktu itu aku belum tahu kalau Dating in The Kitchen adalah adaptasi dramanya. Tanpa pikir panjang aku mulai menikmati drama Dating in The Kitchen ini. 

Di episode pertama aku tidak terlalu suka dengan tingkah Gu Shengnan sebenarnya, karena kalau dibandingkan film-nya karakter Gu Shengnan berbanding terbalik. Di Dating in The Kitchen tingkahnya kekanak-anakan sekali sedangkan di film terlihat sedikit lebih dewasa, dan sebagai salah satu penonton film-nya terdahulu aku pun hanya tahan nonton sampai episode tiga atau empat, ya? aku lupa. Mungkin sutradara ingin membuat kesan imut dan manis di drama ini. 



Dating in The Kitchen : Gu Shengnan dan paman



Tapi karena aku tidak ada bahan tontonan lain, dan drama Dating in The Kitchen ini muncul terus di halaman depan situsnya, aku pun mencoba untuk melanjutkannya lagi. Dan ternyata tidak buruk, tingkah Gu Shengnan yang kekanak-anakan justru menjadi bumbu tersendiri untuk dramanya. Dan benar saja, jadi menambah kesan imut dan gemas, apalagi di sini Lu Jin sebagai peran utama prianya diceritakan memiliki perbedaan umur yang jauh dengan Gu Shengnan, yaitu lima belas tahun. Dimana Gu Shengnan berumur dua puluh satu sedangkan Lu Jin tiga puluh enam tahun. 



Dating in The Kitchen : Lu Jin



Dating in The Kitchen : Gu Shengnan



Jadi buat kalian yang tidak menyukai kisah age-gap seperti ini, drama Dating in The Kitchen bukan tontonan yang pas. Tapi kalau kalian tidak masalah atau mungkin suka, drama Dating in The Kitchen ini sangat cocok.

Karena aku tidak masalah, jadi aku suka Dating in The Kitchen. Meski di awal sempat kecewa dengan karakter Gu Shengnan yang diubah, di pertengahan menuju akhir aku justru berbalik menyukainya. Kenapa? Karena jika diperhatikan, tingkah Rosy Zhao dalam memerankan karakter Gu Shengnan di Dating in The Kitchen ini alami sekali. Benar-benar tidak terlihat aneh sama sekali. Selain itu tingkah Gu Shengnan yang kocak juga menjadi daya tarik tersendiri.

Setiap nonton drama Dating in The Kitchen, pastinya aku tidak pernah tidak tertawa. Yaaa minimal tersenyum geli lah. Apalagi jika sudah melihat Lu Jin yang selalu dibuat uring-uringan oleh Gu Shengnan. 

Mungkin karena perbedaan usia yang cukup jauh, jadi tingkah keduanya pun sangat bertolak belakang, tapi saling melengkapi. Lu Jin yang selama itu tidak pernah benar-benar jatuh cinta dibuat bingung dengan tingkah dan perasaannya pada Gu Shengnan. Bagi Lu Jin, Gu Shengnan adalah penyihir cilik yang mampu mengubahnya menjadi remaja yang baru merasakan cinta.



Dating in The Kitchen : saat Lu Jin menjahili balik Gu Shengnan



Dalam memahami cinta pun keduanya memiliki pemikiran yang berbeda. Lu Jin yang selalu ingin terlihat memahami pemikiran remaja, dan Gu Shengnan yang berusaha untuk menjadi gadis dewasa demi mengimbangi Lu Jin. 

Aku jadi ingat salah satu scene saat Lu Jin mengajak Gu Shengnan untuk menemui ibunya. Lu Jin yang berpenampilan seperti anak seumuran Gu Shengnan dibuat kaget karena ternyata Gu Shengnan memilih untuk berpakaian seperti orang dewasa seperti Lu Jin. Serius, aku tertawa kencang di episode ini. Belum lagi tingkah konyol dan kebodohan Gu Shengnan kambuh di hadapan ibunya Lu Jin. Hahahaa...



Dating in The Kitchen : Gu Shengnan saat menemui ibu Lu Jin.



Selain hubungan mereka yang kocak dan seru untuk dibahas, konflik di drama Dating in The Kitchen juga gak kalah seru. Tentu saja karena keberadaan second lead , Cheng Zi Qian. Cheng Zi Qian adalah teman masa kecil Gu Shengnan yang baru pulang dari luar negeri dan bertemu dengan Gu Shengnan lagi saat sudah dewasa. Keduanya sempat terjerat panah nostalgia yang membuat mereka kembali dekat. Namun sayang, hati Gu Shengnan sudah milik Lu Jin seutuhnya hahaha...

Bukan hanya Cheng Zi Qian yang kurang beruntung, tapi juga ada Li Man yang merupakan pegawai sekaligus rekan kerja Lu Jin yang sudah lebih dari sepuluh tahun menyimpan rasa pada Lu Jin. Sayangnya, Lu Jin hanya menganggap Li Man sebagai teman sekaligus rekan kerja saja.

Di dunia kerja baik dari pihak Lu Jin maupun Gu Shengnan pun menarik perhatian banget. Di awal-awal aku dibuat gemas dengan ketua koki dan para antek-anteknya yang terlihat tidak menyukai Gu Shengnan. Pokoknya konflik yang diangkat bisa sekali membuat kesal. Tapi entah kenapa untuk konflik di dunia kerja bagian Lu Jin aku biasa saja. Mungkin karena konflik yang diangkat sudah biasa terlihat di drama-drama. 

Secara keseluruhan aku menyukai Dating in The Kitchen. 4 dari 5 bintang untuk Dating in The Kitchen.
Terima kasih Gu Shengnan dan Lu Jin, kalian mood maker sekali XD


Daftar Pemain Utama Dating in The Kitchen

Li Yushen sebagai Lu Jin





















Rosy Zhao sebagai Gu Shengnan



Continue reading [Review Drama] : Dating in the Kitchen (我,喜欢你) || Food, Romance, and Comedy.