Sabtu, 24 September 2022

Oh, jadi begini rasanya dewasa?

Cerita ini mengandung banyak keluhan dan tamparan. Siapkan bantal untuk bersandar.

Dua minggu. Dua minggu aku menahan letih dan sakit hanya untuk mempertahankan ego yang bertopeng rasa 'tanggung jawab'. 

Hari itu atau mungkin malamnya, aku lupa. Aku dapat telepon dari -katakan saja 'atasan'. Dia bilang sudah membuat keputusan untuk menjadikan aku panita disebuah acara tahunan. Awalnya seneng sih, tapi merasa agak terpaksa juga karena aku gak diberitahu apa-apa sebelumnya. Tahu-tahu sudah tercantum saja namaku yang manly ini di sana. 

Oke baiklah, mau bagaimana lagi kan? padahal sebenarnya aku gak suka terlibat dalam hal-hal kayak gitu. Aku lebih suka menjadi 'anggota' atau 'rakyat' yang tinggal mengikuti saja. Bukan 'penyelenggara'. 

Sempat curhat sana sini, ngeluh sana sini tapi tanggapannya sama : coba saja dulu.

Baiklaaah... aku coba. Lihat nanti akan bagaimana, kalau memang mengganggu acara nonton anime dan acara horror di channel Youtube favoritku, aku tidak mau lagi. Final.

Dan kalian tahu? benar sajaaaa... lelaaah sekali! terlibat dalam satu projek dimana di dalamnya hanya aku yang bontot. Seperti saat aku yang tidak terbiasa bekerja kelompok tiba-tiba ingin mengakhiri kegiatan tapi tidak bisa karena yang lain belum selesai. Atau saat ingin pergi jajan tapi yang lain masih bekerja. Dan yang paling parahnya adalah saat aku sakit tapi tidak bisa ijin sakit, sehingga sakitku tak kunjung sembuh.

Beberapa kali ingin menyerah dan memutuskan untuk istirahat dulu, tapi melihat keadaan yang sangat gak memungkinkan buat ditinggal buat aku memilih untuk mengabaikan tubuh yang sudah merengek ingin istirahat.

Tidak cukup sampai di sana karena setelah selalu pulang nyaris magrib, aku harus kuliah di malam harinya. Dan tentu saja dengan tugas-tugasnya. Cukup berhenti di sana? tentu saja tidak dooong... karena setelahnya aku juga harus menyiapkan bahan ajar untuk pagi dan siangnya. 

Mungkin poin terakhir itu bakal aku ceritakan nanti secara terpisah karena bisa-bisa keluhanku ini menyaingi tebalnya novel Harry Potter!

Badanku menyerah, aku demam dan batuk parah, perutku mual dan badanku berat sekali. Tapi masih masuk kerja dengan tidak tahu dirinya dan hanya memberi 'tidur curian' untuk tubuhku. Karena aku yang selalu tidak enakan ini tidak ingin membuat mereka memikirkan hal-hal buruk tentangku. Aku paling tidak tahan dengan perkataan buruk orang-orang. Bukan hanya ingin dipuji, tapi lebih ke 'tidak tahan' dengar cemoohan orang karena akan berdampak buruk buat mentalku yang selalu overthinking. Lebih baik tidak mendengar apa-apa, termasuk pujian sekali pun.

Dan tanpa terasa acaranya berjalan cukup lancar, tidak sempurna, karena aku sempat dimaki-maki oleh orang tidak tahu diri seantero bumi. Tapi saat aku merebahkan badan dan memejamkan mata, rasanya hari-hari itu hanya terjadi dalam 10 detik saja. Cepat dan berlalu begitu saja. Sampai rasanya aku gak percaya kalau sekarang sedang rebahan dan menulis tentang hari kemarin-kemarin.

Satu hal yang aku sadari, ternyataaa aku sudah dewasa. Sudah bisa bertindak profesional dan mengelola emosi. Ternyata badanku kuat, mungkin selama ini aku hanya tidak mau menekannya dan memanjakannya. Terlalu cepat menyerah dan merasa lelah pada hal yang enggak aku jadikan prioritas. Sampai aku gak pernah merasa bangga sebesar ini pada diriku.

Awalnya memang terpaksa dan kurang ikhlas, tapi saat dijalani banyak sekali hikmahnya. Aku jadi punya teman lintas usia lebih banyak, lebih fleksibel untuk bergabung dengan kubu mana pun, dan yang terpenting adalah mengetahui sejauh mana diri ini mampu bertahan.

Alhamdulillah...



P.S. 

Aku belum nonton channel horor favoritku lagi:((

Continue reading Oh, jadi begini rasanya dewasa?

Rabu, 14 September 2022

Dandelion

No being will find happiness in everything. At least that's what I've been thinking since dad left.

If I don't get happiness from family, I hope I get happiness in friendship.

If I'm unlucky in relationships, I wish myself luck in education.

If my heart's desire is not fulfilled, I hope I have a good career.

If I'm not happy with everything, I hope I'm happy with myself.

However, if all invaded in the form of an invisible current, then I gave up and chose to go with the flow.

Back when I was 7 years old, when my friends chose Cinderella as their dream partner, I chose Belle. At that time I chose it because I liked the color of the clothes and the roses. I'm not interested in horses or even handsome princes in fancy dress. And most of all I hate being dictated to clean the house. And of course the new person in the family.

But at my age now, Cinderella is closer to my fate. The only difference is that my mother remarried, and apart from homework, my appearance and body shape were not subject to dictation. So when the 'prince' appeared, I felt that withdrawing was the right choice.

I'm not stupid, but prefer to be realistic. It turns out that when I think back, choosing Belle from a young age has something to do with who I am today. Starting from my first love which he said was 'handsome', I actually fell in love because of his behavior. Likewise with my next love. All about personality.

Say as an only child, I was always lonely. From a young age, my mother was busy with school and her career, my father was busy working and I was closer to my nanny's family. So it will be very easy to make me fall in love by treating me well and listening to my story. And everything I need is in you. And you gave it without a word.

I am chatty when telling stories and you are the calm one who listens, I am always confused by all considerations and you are calm when making decisions, I am careless and you are painstaking, I am ignorant and you are firm, I joke and you laugh, I can understand your needs and you always help me without being asked. We are very complementary to a superficial relationship. But I'm still happy with the time we've spent together.

I think, after all this time I finally found happiness like everyone else. No, it's not about laughing in front of other humans, it's about feeling understood.

I am always required to understand other people's feelings and circumstances, then who will understand me? I'm really tired and want to 'go' if only no one to talk to me anymore. Because I'm tired.

But when you came, I was afraid to have you too many women want. I'm afraid when I believe in falling, you're gone while I'm broken. I'm scared of myself if that happens. I know it's selfish, but I want to convince myself first without pressure from anywhere. I want to be reassured by you a little more, but it seems that I doubt you. So I kept quiet.

I cried and wanted to tell a story, but the next second I felt it was unnecessary, I would just embarrass myself by crying and burdening other people's minds with my problems. Then the next second I would cry again and feel alone. Nobody knows, and I'll be laughing out loud again later.

I wasn't lucky anymore and I was breathing heavily from shortness of breath every day, but I was forced to be happy. In front of my family, friends, students, and even my mother's cooking which is always intended for her husband. The point is that my family and even my boss want me to be perfect and understand those who unfortunately I can't refuse because I don't feel good. It seems that Allah wants to make me save my reward by being patient.

Even though I just want to rest after being tired. Not taking orders anymore.

In the end, I only asked Allah to send me someone who would accompany me and listen to my story before I left. Like a dandelion that will find new life and happiness while flying. The place where he fell, where he will live together with his partner. When he makes a choice, his choice will not go away.

Continue reading Dandelion

Sabtu, 07 Mei 2022

Nonton Drama China Who Rules The World || Ketika Dua Manusia Tsundere Jatuh Hati



 

Hai Hai Assalamualaikum semuanya! 

Kurang lebih satu mingguan belakangan ini, aku sedang maraton nonton drama China Who Rules The World. Sebenarnya motivasi awal aku nonton drama China Who Rules The World ini adalah karena Zhao Lu Si main di drama ini! Dan seperti biasa dia selalu tampil cantik dan on point sekali~


Oke, sebelum aku pindah jalur dengan menceritakan Zhao Lu Si dan kecantikannya (ehm! terutama riasan matanya yang selalu bagus dan pengen banget aku tiru) aku akan sedikit saja membahas tentang drama China Who Rules The World ini.

Singkatnya, pada zaman dahulu ada dua pendekar/pesilat yang sangat terkenal akan kehebatan sekaligus kemisteriusannya. Keduanya dikenal dengan nama Bai Feng Xi dan Hei Feng Xi. Konon katanya, hanya Bai Feng Xi yang bisa menyeimbangkan kemampuan tarung Hei Feng Xi, dan begitu pula sebaliknya. Sehingga Bai Feng Xi dan Hei Feng Xi ini acap kali bertarung untuk menentukan siapa yang terbaik diantara keduanya saat bertemu. Ibaratnya juara 1 dan 2 gitu lah ya. 
 
Nah itu tadi kisah secara garis besarnya. Untuk detail lebih lanjut akan ditulis di sesi review.

Aku nonton drama ini di WeTV yang tayang senin-jumat untuk versi gratisnya. Iyaaa aku masih merasa bersyukur kok dengan jadwal tayangnya yang masih terbilang sering, sehingga aku tidak perlu mengeluarkan uang untuk membeli episode VIP nya. 

Drama China Who Rules The Word ini secara garis besar ceritanya memang hampir sama dengan drama kolosal yang lain. Perang antar sekte maupun perebutan kekuasaan di kerajaan kerap kali ada di drama China kolosal atau drama kostum. Tapi yang membuat aku bertahan nonton dari episode 1 sampai sekarang 16 (masih on-going) adalah karakter para pemainnya yang tidak terlalu mainstream. Masih realistis lah dengan sifat-sifat manusia di dunia nyata.

Jadi tidak ada tuh kisah gadis teraniaya yang tetap diam, atau kisah pangeran dan Cinderella yang hanya 1001 ditemukan di dunia ini. Jadi meski dari segi latar tempat dan nama organisasinya yang 'sedikit tidak realistis' itu tidak terlalu masalah karena penokohannya yang realistis. 

Dan aku paling suka interaksi antara Bai Feng Xi dan Hei Feng Xi. Karena meskipun mereka ini sering bertengkar dan digadang-gadang selalu menjadi master dalam dunia silat, perseteruan keduanya tidak terlalu yang lebay gimana-gimana gitu. Tidak sampai bermusuhan sampai dibawa hati dan menciptakan rasa ingin balas dendam jika kalah. Tidak begituuuu! mereka masih terlihat sering membantu satu sama lain (meski sering pakai gengsi) dan saling rindu kalau tidak bertemu. Dan sikap konyol dan jahil ini hanya mereka tunjukan pada satu sama lain saja. Seakan menjadi orang yang berbeda jika bertemu.

Tahu kenapa? 

Iyyyap! karena sebenarnya mereka punya perasaan terhadap satu sama lain, tapi merasa tidak mungkin untuk memiliki karena dunia mereka yang berbeda dimana Bai Feng Xi menyukai hidup yang bebas di dunia persilatan, sedangkan Hei Feng Xi harus merelakan kebebasannya karena hidup dalam aturan kerajaan. Sehingga mereka berpikir akan menyakiti satu sama lain jika nanti mereka bersama.

Dan mungkin kalau diutarakan, bunyi perasaan Hei Feng Xi pada Bai Feng Xi akan seperti ini : "Selama ini belum pernah aku temui sosok yang bisa mengalahkanku dengan mudah, dengan sikapnya yang menarik dan apa adanya." Sedangkan perasaan Bai Feng Xi pada Hei Feng Xi seperti ini : "Sebenarnya dia adalah pria yang baik, semua kelicikan dan tipu dayanya ternyata untuk niat yang baik." 

Hahaha aku membacanya dengan nada.

Btw selain penokohan yang menarik, alur cerita dengan konflik yang tidak terlalu berat juga membuat aku sebagai penonton bisa menikmati tanpa pikir panjang, tidak harus ngulang beberapa episode untuk mengingat alur cerita yang dibahas saking banyaknya pembahasan gitu. Seru dan mengalir aja.

Dan bonusnya kalau kalian nonton drama ini adalah.. mata kalian akan dimanjakan dengan visual yang tampan dan cantik! hehehe~ 
Karena terkadang, detail seperti itu bisa juga jadi penentu aku lanjut atau tidaknya nonton sebuah drama. Setidaknya aku jujur ya. Kalian gitu juga kan? hayo ngakuuu!


Dari hasil searching-searching di Google, aktor yang memerankan Hei Feng Xi ini bernama asli Yang Yang. Dan bisa dibilang ini drama pertamanya yang aku tonton, semacam kesan pertama sama acting-nya yang bagus. Gimana ya, dalam dramanya sendiri dia sering bersandiwara dihadapan orang lain, jadi meskipun hanya drama terkadang susah juga nebak alur kalau tokohnya kayak Hei Feng Xi. Tidak salah memang kalau Bai Feng Xi memberinya julukan rubah hitam.

Ya sudah, mungkin ocehan lainnya akan aku tumpahkan saja di postingan review agar semakin jelas, dan pembahasan ini sampai disini saja. Makasih yang sudah baca, see you!
Continue reading Nonton Drama China Who Rules The World || Ketika Dua Manusia Tsundere Jatuh Hati

Senin, 25 April 2022

Sebuah Mimpi Yang Nyata || Ramadhan story

Tentang beberapa tahun lalu yang aku lewati penuh dengan tangis kehilangan. Hari ini, aku mendapat sebuah kejutan indah dari Sang pencipta. Setelah tidurku terganggu musik yang kencang, aku memutuskan untuk melanjutkan tidur di rumah nenekku yang hanya beberapa langkah saja dari rumah. Saat terlelap tanpa terasa, aku dimimpikan oleh dua orang keluargaku yang telah tiada. Aku pikir itu nyata, karena aku merasa sudah terbangun dari tidur dan sekelilingku sama persis keadaannya dengan keadaan sebelum aku tidur.

Mimpi di dalam mimpi. Aku terbangun di mimpi keduaku dan dihampiri oleh mereka yang aku sayangi, mengucapkan terima kasih sebanyak mungkin seraya tertawa dan memeluk kegirangan akan doa yang aku kirimkan untuk mereka. Rasanya benar-benar nyata! suaranya... tangannya... pelukannya... aku dapat merasakan mereka. Namun tidak bisa melihatnya.

Aku terus saja terpaku dalam kondisi terbaring seperti sesaat sebelum tidur. Posisinya pun sama persis. Disana aku menangis sejadi-jadinya ; senang, sedih, dan haru bercampur aduk. Ingin memeluk balik namun tak bisa. Pada sosok perempuan yang aku tak yakin itu siapa, aku memintanya untuk menuntunku bangun dari posisi tidur, namun susah, mataku pun enggan melihat dengan jelas. Yang jelas, hanya mereka yang bebas bergerak namun aku tidak.

Aku bertanya didalam tangisku pada mereka, apakah mereka senang disana. Dan alhamdulillah mereka menjawab dengan kabar baik. Aku tidak peduli mimpi itu hanya bunga tidur atau memang pada nyatanya mereka mengunjungi. Aku hanya senang dan bersyukur karena bisa merasakannya dengan nyata. Namun ada satu hal yang aku sedikit sesali : suara tangisku sendiri yang membuatku bangun dalam mimpi, dan membuat mereka pergi. Karena aku terbangun dari tidurku.

Sisa tangis masih terdengar saat aku bangun, aku bahkan sampai memegang pipiku yang basah karena air mata. Iya, aku menangis saat terbangun. Dengan hati yang sesak sekali. Dan tanpa pikir panjang aku berlari menuju rumahku dan menceritakan semuanya pada ibu dengan kondisi masih menangis sesak. Menurut keyakinan ibu, mereka datang berkunjung pada orang yang selalu mendoakan mereka di bulan suci Ramadhan. 

Aku harap, aku akan selalu diberi kesempatan seperti itu lagi dan lagi. Dengan orang yang paling aku sayangi di dunia setelah ibu : ayah.
Continue reading Sebuah Mimpi Yang Nyata || Ramadhan story

Sabtu, 23 April 2022

Menyusun Mood

 


Mood-ku sedang datang untuk membaca buku. Iyaaa... Setelah sekian lama aku berhenti baca buku fisik (aku selalu baca e-book) aku jadi rindu rasanya membuka halaman lalu menghirup aromanya yang menguar. Dan akhirnya aku memutuskan untuk membaca buku ini. Dulu aku baru selesai baca buku pertamanya, saat melanjutkan yang kedua aku justru teralihkan entah oleh apa. Dan sekarang, setelah aku menemukan cerita sejenis di daftar e-book, aku jadi ingat akan buku ini. 


Semoga bisa ngoceh banyak setelah selesai membacanya. 

Continue reading Menyusun Mood

Selasa, 08 Februari 2022

He said : Toxic Pocitivity

"Kapan terakhir kali kamu ingin memaki dan menyalahkan orang lain?"

"Kenapa?"

"Kamu terlihat terlalu banyak berpikir akhir-akhir ini. Jujur, itu mengganggu." dia berjalan mendahului, salah satu tangan dimasukan kedalam saku celana panjangnya.

"Tahun lalu." aku mengejar langkahnya.

Hening. Hanya terdengar bising kendaraan khas lalu lintas. 

Aku enggan menoleh. Bahkan untuk sedetik saja aku tidak mau menoleh padanya. Dia terlalu pandai membaca perasaan. Dan lima menit terbuang dengan sia-sia sebelum akhirnya langkahku terhenti mengikuti langkahnya. 

"Haus." ujarnya seraya berbelok ke mini market pinggir jalan. 

Bodohnya aku hanya mengikuti tanpa bertanya.

"Semua punya waktunya masing-masing. Cepat atau lambat jika waktunya sudah tiba, yang datang akan datang dan yang pergi akan pergi." 

Aku masih mengikutinya yang kini berhenti di depan kulkas mini market. Lagi, tanpa suara.

"Kadaluarsa." gumamnya lalu meletakan minuman yang beberapa saat dirinya ambil. "Bahkan minuman yang tak bernyawa saja punya waktunya sendiri. Saat aku mengadukannya ke kasir, minuman itu akan segera disingkirkan. Di-sing-kir-kan."

"Iya aku tahu."

"Kamu tahu?" 180 derajat dia berbalik lurus menatapku dengan wajah hangat yang kini terasa sarkas.

"Aku tahu." jawabku pelan. Ada beberapa pilihan rasa, tapi aku memilih mengambil yang paling netral. Original. 

Kali ini aku mendahuluinya untuk membayar, lalu berjalan menuju kursi yang disediakan mini market. Entah kenapa aku merasa tersentil dengan pertanyaannya yang seakan sangsi dengan pernyataanku. Atau mungkin... aku hanya merasa, lagi-lagi dia seperti tahu segalanya.

"Kalau tahu, kenapa tidak coba untuk menyingkirkan? lupakan saja." 

Aku sampai tidak sadar kapan dirinya selesai membayar dan mengikuti untuk duduk.

"Rumit. Sekeras apapun aku berusaha melupakannya, tetap saja ingatan itu selalu muncul. Ditambah dengan pikiranku yang tidak hentinya mengkritik diri sendiri, berkata dengan seringnya bahwa aku bodoh dan salah. Kamu tahu, selama ini aku berusaha untuk membuat pikiranku sibuk dengan apapun itu. Aku mendengarkan musik, bermain dengan peliharaan, bahkan melakukan hal bodoh hanya agar membuat pikiranku sibuk. Dengan begitu semua terasa teralihkan."

Mata itu menatapku lagi. Kini, terasa lebih jauh. Membuatku segera mengalihkan atensi pada minuman yang masih penuh. Membuka kemasannya lalu menyesap sampai tersisa setengahnya.

"Aku tahu."

"Kalau sudah tahu untuk apa bertanya?" aku benci saat asumsinya tentangku benar.

"Karena kamu perlu cerita. Ya meskipun saat kamu menceritakannya kamu akan kembali mengingat kejadian itu, setidaknya kamu merasa ada yang mendengarkan."

"Sudahlah, kebanyakan orang hanya penasaran saja, bukan-"

"Aku peduli." 

Rasanya seperti ingin menangis, tapi tidak ada air mata yang keluar. Tergugu dalam hening dengan tangan yang sibuk mengepal keras. 

Dia mengambil alih minuman yang entah seberapa keras aku memegangnya. "Boleh aku bicara? bukan untuk membuatmu percaya. Hanya ingin mengutarakan pikiranku saja."

Laki-laki itu tidak kunjung berbicara, sehingga aku harus berat hati mengangguk dan mengijinkannya.

"Apapun yang mereka katakan dan lakukan padamu, semua itu hanya ada dicerita mereka, bukan dicerita semua orang. Mereka bisa saja mencacimu, menjatuhkan, menohok sisi sensitifmu tentang sesuatu harus dilakukan sesuai aturan yang sempurna, tentang pikiranmu yang mewajibkan rasa bersalah ada disetiap hal yang tidak sempurna, tapi mereka tidak bisa menghalangi pikiran orang lain tentangmu. Mereka tidak bisa mencari sekutu agar satu pendapat dengan mereka, karena mereka hidup di dunia yang sempit."

"Intinya, hanya karena kamu buruk di mata mereka, bukan artinya kamu buruk di mata orang lain. Banyak yang masih peduli padamu tanpa peduli siapa kamu, kamu bisa melakukan sesuatu yang berguna atau tidak, kinerjamu baik atau buruk, atau bahkan dirimu tahu atau tidak. Ini dunia, bukan ruangan kecil. Mereka yang berdiam diruangan kecil tentu saja punya pikiran sempit. Oh benar, bukannya kamu ingin memaki dan menyalahkan? lakukan saja sekarang dan berhenti jadi positif yang toxic!"

Aku terisak pelan mendengar kalimatnya yang terakhir. Merasa dia memang pantas tahu akan semuanya. "Aku hanya merasa tidak terima dengan perlakuan mereka dan kembali mempertanyakan pada diri sendiri apa masalahnya? mungkinkah aku yang salah sehingga mereka bertingkah seperti itu padaku?"

"Dengar. Semua orang melakukan kesalahan, tapi tidak semua orang punya rasa bersalah. Kalau kamu sudah merasa bersalah dan meminta maaf namun tidak mengubah semuanya, itu artinya mereka memang tidak pantas kamu pikirkan." setelah mengatakan itu tangannya tergerak membuka kemasan minumanku yang aku yakin sulit dibuka karena rusak.

"Mereka juga salah. Mereka yang berpikiran sempit. Siapa makhluk di muka bumi ini yang berhak untuk tidak memaafkan sesamanya? Tidak ada! dan meskipun ada, mereka bahkan tidak pantas untuk sekedar kamu pikirkan. Dengar, hanya kamu yang terlalu berlarut-larut."

"Aku rasa begitu. Aku sampai sulit tidur untuk beberapa bulan karena kejadian-kejadian itu terus saja bermain dipikiranku. Mungkinkah aku terlalu tidak menerima?"

"Kurasa begitu. Jadi kurasa, kamu hanya perlu jadi tidak peduli dan menerima." ia meraih tanganku dan memberikan minumanku yang sudah terbuka. 

Aku meminumnya enggan. Masih ingin tergugu tapi itu tidak sopan jika mengabaikan niat baiknya.

"Masih ingin memaki?" tanyanya dengan senyum jahil.

"Tidak lah. Aku bukan mereka." wajahnya yang tiba-tiba berubah membuatku tertawa kecil.

"Sedikit saja, aku ijinkan."

"Tidaaak."

"Ayolah. Perlu kuajari? aku sudah menyiapkannya dari tadi untuk mereka."

Mungkinkah dari tadi laki-laki itu menahan kesal untukku? boleh tidak aku merasa tersipu dan merasa asumsiku benar?

"SIALAN!" makiku.

"Aku?" tanyanya dengan wajah terkejut.

"Mereka."

"Oke lanjutkan." jawabnya seraya mengacungkan jempul dan tersenyum puas.

"Dasar orang jahat! semoga harimu senin semua! selalu kehabisan diskon seumur hidup! kudoakan tidak ada lahan parkir untuk kendaraan kalian kemana pun kalian pergi!"

"Wow... itu cukup kejam. Hahaha!"

"Hahaha! sepertinya aku akan tidur nyenyak malam ini."

Rasanya bebas dan lepas saat tahu ada yang mau mendukung dan mendengarkanku. Mungkin aku tidak jadi membenci semua asumsinya yang selalu benar, karena aku merasa dia memang orang yang tepat untuk mengetahui itu semua.



TAMAT.




Continue reading He said : Toxic Pocitivity

Jumat, 24 Desember 2021

4 Rekomendasi komik Webtoon untuk kamu yang mudah bosan

 Hello everyone! Assalamualaikum.

Kalian pernah tidak, tiba-tiba terpikirkan untuk membaca komik saat sedang bersantai? atau mungkin malah saat sedang mumet oleh rutinitas? Kalau aku pernah ada di dua kondisi itu. Namun karena keterbatasan jarak yang mengharuskan membeli komik ke toko buku, jadi aku memilih alternatif lain dengan meng-install aplikasi komik online bernama Webtoon.

Iya, Webtoon. Siapa sih yang tidak tahu Webtoon? Salah satu aplikasi penyedia komik online yang paling banyak digandrungi anak jaman sekarang. Selain karena penggunaannya yang simpel, komik yang disuguhkan juga tidak main-main. Mulai dari komik dari luar negeri sampai karya anak bangsa pun ada di sini. 

Nah readers, dipostingan kali ini aku punya rekomendasi komik yang dijamin tidak akan membuatmu mudah bosan lho! Yuk kita simak^^


1. Kosan 95

                           

Meski Kosan 95 dilabeli dengan genre drama, tapi sebenarnya selain drama, Kostan 95 juga punya rasa misteri karena alurnya yang sulit ditebak dan mengecoh. Tapi kamu tenang saja, kamu masih bisa menikmatinya dengan santai karena sang komikus selalu menambahkan bumbu komedi disetiap konflik.

Dibuka dengan cerita gadis bernama Rena yang hidup sebatang kara di kostan sederhana, yang pada suatu hari menemukan amplop kuning dibawah pintu kostannya. Bukan sekedar amplop iseng, amplop itu berisikan kartu debit yang berisi uang 50 juta rupiah lengkap dengan pinnya. Meski sempat tergoda karena jumlahnya yang bisa menutupi semua kebutuhannya, Rena tidak langsung begitu saja menerimanya. Alih-alih menarik uang, Rena justru melaporkan yang terjadi kepada polisi. 

Di kantor polisi, dirinya menerima telpon yang menyuruhnya untuk menggosok amplop itu dengan koin agar isi suratnya terlihat. Rena pun terkejut saat nama KOSAN 95 mulai terlihat dan suratnya menjelaskan bahwa Rena diundang untuk interview di perusahaan JY Group. Jika Rena bisa menerima semua ketentuan yang salah satunya untuk tinggal di Kosan 95, maka ia akan dipertemukan dengan kakak kandungnya.

Singkat cerita Rena pun menerima undangan itu dan tinggal di Kosan 95. Di sana ia dipertemukan dengan orang-orang yang ternyata orang terpilih untuk tinggal di Kosan 95 dengan mengemban misi rahasia masing-masing. Beberapa dari mereka adalah Faisal yang baik hati namun rumit, Dadang yang pemarah, Siska dan Fany yang selalu membuat lelaki bergidik ngeri, Budi yang kalem, nomor 9 yang misterius, dan masih ada yang lainnya. 

 

Anyway... gambarnya kak Didi itu keren sekali dan interaksi antar tokohnya bikin salut! pokoknys sangat memanjakan mata, hehe. Jadi gimana nih readers, sudah mulai tertarik untuk baca belum?


2. Flawless

Dari komik-komik yang aku baca di Webtoon, Flawless merupakan salah satu komik dengan komikus yang memiliki kemampuan riset cukup kuat. Bagaimana tidak, Flawless menceritakan tentang anak laki-laki tuna netra bernama Elios yang tidak sengaja bertemu dengan Sarah, gadis tomboy menyenangkan yang tangguh saat menghalau preman-preman yang mengganggu. Dan setelah pertemuan itu keduanya pun menjadi dekat satu sama lain karena ternyata Elios diam-diam menaruh perhatian pada Sarah dan sarah yang penasaran dengan Elios.

Dari premisnya memang sudah bisa ditebak kalau ini akan menjadi komik dengan kisah anak remaja yang hangat dan manis ya, readers. Tapi tidak sampai di sana saja kok, karena ada banyak teka-teki kompleks seperti : kisah hidup Elios yang asal-usulnya masih menjadi misteri, latar belakang panti asuhan dan anak-anak panti yang suram, serta kelumit cinta antara Elios, Sarah, Windy, dan teman-teman Elios lainnya yang akan ditemui saat kalian membaca Flawless.  Dan selain teka-teki kompleks, ada juga penjelasan tentang sudut pandang tuna netra yang belum umum diangkat, namun dijabarkan dengan detail di sini. Sehingga bisa membuat tidak sabar untuk menanti episode selanjutnya. 

Oh iya, Elios itu diluar ekpektasi sekali kalau menurutku. Amazing! hihihi 


3. Cursed Blessing

Setelah dari yang lucu-lucu sampai yang manis-manis, sekarang saatnya kita beralih ke komik yang sedikit berat ya, readers. 

Seperti judulnya, cerita dalam Cursed Blessing juga mengambil tema pemberkatan atau penyucian. Berawal dari gadis bernama Rieta yang diselamatkan oleh Grand Duke Axias saat akan dijadikan persembahan hidup-hidup, kini kerajaan Grand Duke Axias seakan memiliki pelindung suci. Rieta, seorang ibu yang terpaksa  kehilangan suami dan putri satu-satunya karena wabah membuat dirinya dianggap hina hingga dijadikan persembahan hidup-hidup. Karena hidup yang pedih dan nasib yang malang, Rieta seakan kehilangan emosinya. Hingga dirinya bertemu dengan raja yang terkenal bengis namun memiliki rakyat yang makmur, emosi Rieta perlahan muncul kembali. Terutama saat dia menyadari bahwa kemampuan memberi berkatnya yang langka dibutuhkan oleh kerajaan, serta tahu sifat asli Grand Duke Axias yang tidak seburuk rumor yang tersebar.

Sedangkan dari sudut pandang lain, meskipun memiliki wilayah dan rakyat yang makmur Grand Duke Axias juga menyimpan lukanya rapat-rapat. Tindakannya yang memenggal kepala adik tirinya untuk balas dendam di depan sang Ayah dan Ibu tirinya digadang-gadang adalah wujud nyata dari kutukan yang ditujukan pada sang Ayah. Sehingga hal itu membuat dirinya memutuskan untuk pergi dan membangun kerajaannya sendiri. 

Cursed Blessing bisa disebut sebagai komik yang banyak membicarakan tentang iblis, berkat, dewa, kerajaan, dan sisi gelap kepribadian. Namun meskipun begitu, sisi romantis dari Grand Duke Axias dan Rieta tak kalah menggemaskannya. Dengan Rieta yang polos dan baik hati serta Grand Duke Axias yang memiliki gengsi tinggi dan arogan. Selain sisi kelam dan romansa keduanya yang rapih, ada juga nih sisi unik yang membuatku terkagum-kagum dengan Cursed Blessing, salah satunya adalah fakta bahwa ternyata selir-selir Grand Duke Axias adalah prajurit-prajurit wanita yang dilatih Grand Duke Axias untuk melindungi dirinya dan kerajaan. Dan dengan karakter prajurit wanita yang beragam juga keahliannya masing-masing, Cursed Blessing ini layak untuk dibaca. Keren!



4. Spirit Finger

Selain Cursed Blessing, ini juga berasal dari negara tetangga, readers. Betul, dari Korea! 

Di sini adakah yang baru mulai baca komik dari Korea? kalau belum, Spirit Finger adalah komik pertama yang aku sarankan untuk kamu baca. Selain kisahnya yang inspirasi-able, ciri khas komikusnya juga kentara sekali. Gambarannya unik dan membuat enak dilihat. Aku sih sering bilang, kalau Spirit Finger punya rasa sentimentil namun tetap hangat. Karena setiap adegan yang digambar selalu berhasil menyentuh hati. Entah itu karena perasaan bahagia, sedih, lucu, maupun perjuangan seseorang dalam mencari jati diri. 

Dari awal baca saja, aku sudah tertawa karena disuguhkan oleh keluhan gadis yang tidak percaya diri dan membandingkan diri dengan yang lain. Aku bahkan masih ingat begitu seringnya aku tertawa saat membaca Spirit Finger, dan merasa kehilangan saat tahu Spirit Finger sudah tamat. Komikusnya paling bisa menyelipkan adegan-adegan kocak yang mengocok perut sih...

Menceritakan tentang gadis cupu yang tidak memiliki kepercayaan diri karena badannya yang tidak secantik gadis disekitarnya, namun memiliki daya khayal yang tinggi. Berawal dari Wooyeon yang tanpa sengaja diminta untuk menjadi model gambar oleh salah seorang anggota klub melukis, rasa ingin tahu Wooyeon pun mulai muncul. Dan hal itu berhasil menarik perhatian Wooyeon untuk ikut bergabung ke dalam klub melukis. Nah, di dalam klub inilah hidupnya berubah secara drastis. Dirinya menjadi lebih menerima diri sendiri, menemukan apa yang ingin dia lakukan, dan berjuang dalam jalan yang sudah ditentukan. Semua itu karena Wooyeon bertemu dengan berbagai orang seni yang unik namun apa adanya. Yang mampu membuat Wooyeon mengenali apa yang ingin dirinya diraih.

Nah readers, itu tadi 4 komik Webtoon untuk kamu yang mudah bosan. Sebenarnya masih banyak lagi komik Webtoon yang ingin aku rekomendasikan pada kalian, tapi mari jadikan ini sebagai pertemuan yang berlanjut di postinganku berikutnya tentang dunia komik. 

Oh iya, kalau kalian punya rekomendasi komik yang seru, tulis di bawah ya! See uuuu~


Continue reading 4 Rekomendasi komik Webtoon untuk kamu yang mudah bosan